20 Juli 2026
Sepekan terakhir IHSG mengalami penguatan sebesar 4,24% didorong oleh sektor kebutuhan pokok dan sektor konsumsi siklikal yang masing-masing menyumbang 5,47% dan 5,32% terhadap indeks. Investor asing juga melakukan aksi beli sebesar Rp449,98 miliar dalam sepekan terakhir di pasar reguler. Menunjukkan adanya pemulihan kepercayaan Investor asing terhadap pasar domestik.
Sentimen domestik memperoleh dorongan positif setelah S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB/A-2 dengan outlook stable. Keputusan ini menjadi sinyal positif setelah sebelumnya Moody's dan Fitch menurunkan prospek Indonesia menjadi negatif. S&P menilai disiplin fiskal pemerintah tetap terjaga, terutama melalui komitmen mempertahankan batas defisit APBN di bawah 3% serta langkah efisiensi belanja negara.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia juga memperluas daftar saham dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kualitas pasar modal. Langkah ini menunjukkan komitmen regulator dalam memperbaiki tata kelola pasar menjelang evaluasi MSCI berikutnya pada bulan November.
Indonesia mencatat pertumbuhan investasi asing langsung (FDI) yang meningkat tajam menjadi 27,4% YoY pada kuartal II, jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan Investor yang semakin baik terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.
Sentimen pasar global mengalami perubahan signifikan sepanjang pekan. Awalnya, pasar masih dibayangi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang sempat mendorong kenaikan harga minyak. Namun, perhatian Investor beralih setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan. Penurunan inflasi tersebut mengubah ekspektasi pasar dari kemungkinan kenaikan suku bunga menuju peluang pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang.
Penurunan inflasi terutama didorong oleh meredanya tekanan harga energi setelah lonjakan yang terjadi selama konflik Timur Tengah. Kondisi ini mendorong penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed secara signifikan. Meski demikian, bank sentral AS diperkirakan tetap berhati-hati karena satu data belum cukup untuk memastikan tren inflasi yang berkelanjutan. Perkembangan harga energi dan situasi geopolitik masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi arah inflasi dalam beberapa bulan ke depan.
Inflasi Amerika Serikat pada Juni melambat lebih cepat dari perkiraan, dengan inflasi utama turun menjadi 3,5% YoY dari 4,2%, sementara inflasi inti juga turun menjadi 2,6%. Selain itu, indeks harga produsen (PPI) mencatat kontraksi bulanan, menandakan tekanan harga mulai mereda dan mengurangi kebutuhan The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Di Kanada, bank sentral mempertahankan suku bunga di 2,25% sesuai ekspektasi, mencerminkan sikap yang masih berhati-hati sambil menunggu perkembangan data ekonomi berikutnya.
Pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal II melambat menjadi 4,3% YoY, lebih rendah dari ekspektasi dan menunjukkan momentum pemulihan ekonomi mulai melemah. Meski demikian, produksi industri masih tumbuh lebih baik dari perkiraan, menandakan aktivitas manufaktur tetap cukup tangguh. Hal ini menunjukkan bahwa sektor produksi masih mampu menopang ekonomi meskipun permintaan domestik belum sepenuhnya pulih.
Sumber : Refinitiv
Data Makro
| Data Makro | Sekarang | Sebelumnya | |
|---|---|---|---|
| PDB ID | 5,61% | 5,39% | |
| Inflasi ID | 3,34% | 3,08% | |
| Suku Bunga ID | 5,25% | 4,75% | |
| Pengangguran ID | 4,85% | 4,76% | |
| Neraca Dagang ID | $-1,61 Bio | $0,09 Bio | |
Kalender Ekonomi
| Minggu Ini | |||
|---|---|---|---|
| Tanggal | Indikator Ekonomi | Data Konsensus | Data Sebelumnya |
| 20 Juli | CN – Interest Rate | 3,0% | 3,0% |
| 22 Juli | ID – Interest Rate | 6,0% | 5,75% |
| Minggu Sebelumnya | ||||
|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Indikator Ekonomi | Data Aktual | Data Konsensus | Data Sebelumnya |
| 14 Juli | CN – Trade Balance | $105.43B | $121B | $105.43B |
| US – Inflation m/m | 0,5% | -0,1% | 0,5% | |
| US – Inflation y/y | 4,2% | 3,9% | 4,2% | |
| US – Core Inflation m/m | 0,2% | 0,3% | 0,2% | |
| US – Core Inflation y/y | 2,9% | 2,9% | 2,9% | |
| 15 Juli | CN – Retail Sales y/y | -0,6% | -0,1% | -0,6% |
| CN – GDP Growth Rate y/y | 5,0% | 4,4% | 5,0% | |
| CN – Unemployment Rate | 5,1% | 5,1% | 5,1% | |
| 16 Juli | US – Retail Sales m/m | 0,9% | 0,3% | 0,9% |
| US – Retail Sales y/y | 6,9% | 6,7% | 6,9% | |
Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.
PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)