Cara Menghitung Pendanaan Awal Bisnis

29 January 2019

Cara Menghitung Pendanaan Awal Bisnis

Memulai perjalanan sebagai wirausaha tidak selamanya mulus. Ada jatuh bangun ketika merintisnya. Biar tidak tergelincir, baiknya Anda cermat menyiapkan segala sesuatunya, termasuk soal biaya dan modal usaha.

Keberadaan anggaran bisnis menjadi kunci untuk mengantisipasi hal-hal kedepannya, seperti kebutuhan mendesak, pengeluaran, keuntungan, dan cash flow.

Singkat kata, anggaran bisnis jadi semacam peta jalan bagi usaha Anda, yang tidak hanya menjadi pemandu kelangsungan bisnis, tetapi juga memastikan usaha berjalan pada trek yang benar.

Solusi Pinjaman yang Mudah dan Menguntungkan

PINJAMAN untuk SME


Lantas, seperti apa sesungguhnya cara menyiapkan pendanaan awal bisnis? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Langkah 1 - Rencanakan untuk “Hari Pertama” Bisnismu

Ini bisa diawali dengan memikirkan kira-kira apa sih yang akan dibutuhkan pada hari pertama Anda memulai bisnis? Secara garis besar dibagi dalam 4 kategori:


  1. Facilities cost atau biaya fasilitas, mencakup antara lain biaya penyewaan kantor, gudang, biaya keamanan, serta perbaikan dan peningkatan kualitas bangunan.

  2. Capital expenditures. Ini termasuk pembelian furniture, komputer, mesin-mesin, kendaraan, dan berbagai benda dan peralatan yang dibutuhkan untuk mempersiapkan bisnis.

  3. Materials and supplies. Biaya ini mencakup pengadaan perlengkapan kantor, biaya iklan, dan materi promosi. Jadi, ini adalah bekal atau material awal Anda untuk memulai bisnis.

  4. Biaya lain-lain, yaitu biaya-biaya selain yang telah disebutkan sebelumnya. Misalnya saja, biaya untuk mengurus izin usaha, membuat badan hukum, membayar notaris dan pengacara, dan lain-lain.


Langkah 2 - Memperkirakan Pengeluaran Tetap dan Pengeluaran Variabel

Biaya tetap adalah biaya yang tiap bulannya selalu ada, tanpa peduli perubahan jumlah konsumen usaha Anda. Misalnya, biaya sewa bangunan, asuransi kesehatan, sewa hosting dan domain website, gaji pegawai, dan lain sejenisnya.

Sementara itu, biaya variabel adalah biaya yang berubah-ubah tergantung jumlah konsumen yang dihadapi setiap bulannya. Contoh biaya ini, antara lain komisi hasil penjualan, biaya produksi, biaya bahan baku, biaya pengemasan, biaya ekspor, dan sejenisnya.

Langkah 3 - Perkirakan Penjualan Bulanan

Ini adalah bagian tersulit dari seluruh langkah-langkah yang sudah disebutkan tadi. Sebab, sebagai usaha baru, cukup sukar menakar bagaimana penjualan yang akan terjadi setiap bulannya.


Untuk memudahkan perkiraan, sebetulnya Anda bisa mengikuti skenario berikut ini:


  • Best case scenario, di mana perkiraan paling optimistis Anda untuk penjualan tahun pertama.

  • Worst case scenario, ini perkiraan paling pesimistis dari penjualan tahun pertama, di mana amat sedikit penjualan pada 6 bulan pertama dalam satu tahun.

  • Likely scenario, perkiraan yang kita ambil diantara best scenario dengan worst scenario tadi. Skenario inilah yang ditunjukkan pada pihak yang akan memberikan pinjaman.


Supaya lebih realistis ketika merancang anggaran, Anda semestinya mengasumsikan tidak semua hasil penjualan berhasil dibayarkan. Tergantung pada jenis bisnis yang dijalankan dan cara pelanggan membayar, Anda bisa saja memiliki persentase pengumpulan transaksi yang lebih besar atau lebih kecil.

Misalnya, jika perkiraan penjualan di bulan pertama adalah Rp 50.000 dan persentase pengumpulan pembayaran 85% maka uang tunai yang diproyeksikan pada bulan itu sebesar Rp 42.500.


Kemudian hitung biaya variabel penjualan tiap bulan berdasarkan proyeksi bulan tersebut. Misalnya, jika perkiraan penjualan sebulan 2.500 unit dan biaya variabel Rp 5,50 per unit, total biaya variabel bulan itu menjadi sebesar Rp 13.750.

Tambahkan biaya variabel bulanan ke biaya tetap bulanan untuk mendapatkan biaya bulanan total (pengeluaran). Pada bagian ini, ada baiknya Anda juga memperhitungkan break-even point, kemudian hasilnya disertakan di anggaran.

Langkah 4 - Buat laporan cash flow

Dengan mengubah-ubah angka penjualan sesuai menggunakan tiga skenario yang tadi dibuat, nantinya Anda bisa melihat hasil akhir saldo kas pada setiap akhir bulan. Saldo kas ini dapat memberi gambaran informasi kebutuhan uang tunai dan seberapa banyak Anda mungkin perlu melakukan pinjaman untuk modal kerja.

Harus selalu diingat, anggaran harus beroperasi sesuai dengan persamaan matematika seperti “penjualan = biaya total + laba” atau “penjualan - biaya total = laba.”


Sumber Pembiayaan


Setelah mengetahui rahasia berapa biaya yang dibutuhkan untuk memulai suatu bisnis, kini saatnya melirik tawaran finansial terbaik bagi Anda. Jika bingung, ada satu opsi yang layak Anda pertimbangkan, yaitu fasilitas business banking dari Maybank.


Ada berbagai macam fasilitas pembiayaan yang ditawarkan Maybank, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha baru Anda. Misalnya, pinjaman untuk pengadaan alat berat, pinjaman pengadaan properti komersial, pinjaman waralaba, Solusi Elektronik Mata Rantai Keuangan (SEMARAK), dan masih banyak lagi.


Singkatnya, kebutuhan pendanaan untuk membiayai usaha dan kredit investasi Anda, dapat dilayani sepenuhnya oleh Maybank dengan jangka waktu pinjaman panjang (lebih dari satu tahun) dan dana bisa sekaligus dicairkan pada awal jangka waktu pinjaman.

Ayo jangan menyerah, Anda tinggal beberapa langkah lagi untuk menjadi seorang wirausaha tangguh!