20 April 2026

Domestik

Sepekan terakhir IHSG mengalami penguatan sebesar 2,35% didorong oleh sektor transportasi dan sektor industrial yang masing-masing menyumbang +12,12% dan +9,33% terhadap indeks. Investor asing masih melakukan aksi jual sebesar Rp2,40 triliun dalam sepekan terakhir. Menunjukkan kurangnya kepercayaan investor asing terhadap pasar domestik.

Penjualan ritel Indonesia mencatat pertumbuhan tahunan yang lebih tinggi dari ekspektasi dan menjadi yang tercepat sejak Maret 2024, mencerminkan kuatnya konsumsi domestik selama periode Ramadan. Di sisi pasar keuangan, nilai tukar Rupiah sempat melemah hingga di atas level 17.100 per dolar AS akibat meningkatnya premi risiko, meskipun Bank Indonesia terus melakukan intervensi yang tercermin dari penurunan cadangan devisa. Selain itu, imbal hasil SRBI meningkat ke sekitar 5,74% sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar. Di tengah kondisi ini, lembaga pemeringkat tetap mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil, memberikan dukungan terhadap kepercayaan Investor.

Amerika

Sentimen pasar global sempat tertekan akibat kegagalan awal pembicaraan damai di Islamabad, namun kemudian membaik seiring berlanjutnya upaya diplomasi antara AS dan Iran. Harapan terhadap potensi pembukaan kembali Selat Hormuz serta berlanjutnya gencatan senjata di Lebanon memberikan dorongan positif terhadap selera risiko Investor. Meski demikian, kondisi tetap rapuh dan sangat bergantung pada perkembangan negosiasi serta aktivitas militer di kawasan tersebut.

Secara keseluruhan, Investor global masih bersikap hati-hati meskipun volatilitas pasar mulai mereda. Dalam kondisi ini, strategi investasi yang menekankan pada aset dengan likuiditas tinggi serta diversifikasi lintas kelas aset tetap menjadi pendekatan utama, mengingat dinamika geopolitik yang masih sangat cepat berubah.

Data ekonomi AS menunjukkan tekanan inflasi di tingkat produsen yang lebih moderat, di mana producer price index (PPI) naik lebih lambat dari perkiraan dan sejalan dengan bulan sebelumnya. Di sisi konsumsi, penjualan rumah existing turun ke level terendah dalam sembilan bulan dan berada di bawah ekspektasi pasar. Namun, klaim pengangguran mingguan masih menunjukkan kondisi tenaga kerja yang cukup solid dengan realisasi lebih rendah dari perkiraan.

Asia Pasifik

Tiongkok mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang lebih kuat dari perkiraan dan menjadi yang tercepat dalam tiga kuartal terakhir, didukung oleh kinerja ekspor yang solid. Namun, surplus perdagangan pada bulan Maret lebih rendah dari ekspektasi akibat perlambatan pertumbuhan ekspor serta peningkatan impor yang lebih cepat. Produksi industri juga lebih tinggi dari perkiraan, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya, seiring dampak konflik Timur Tengah terhadap aktivitas ekonomi global.

Sumber : Refinitiv

Data Makro

  Data Makro Sekarang Sebelumnya
PDB ID 5,39% 5,04%
Inflasi ID 4,76% 3,55%
Suku Bunga ID 4,75% 4,75%
Pengangguran ID 4,85% 4,76%
Neraca Dagang ID $0,95 Bio $2,52 Bio

 

Kalender Ekonomi

 

Minggu Ini
Tanggal Indikator Ekonomi Data Konsensus Data Sebelumnya
20-Apr CN – Interest Rate 3,5% 3,5%
22-Apr ID – Interest Rate 4,75% 4,75%

 

Minggu Sebelumnya
Tanggal Indikator Ekonomi Data Aktual Data Konsensus Data Sebelumnya
14-Apr CN –Trade Balance $51,13 Bio $112 Bio $90,98 Bio
16-Apr CN – GDP Growth Rate q/q 1,3% 1,4% 1,2%
CN – GDP Growth Rate y/y 5% 5% 4,5%
CN – Unemployment Rate 5,4% 5,2% 5,3%

Disclaimer on

Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.

PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)