06 April 2026

Domestik

Sepekan terakhir IHSG mengalami pelemahan sebesar -0,99% didorong oleh sektor transportasi dan sektor finansial yang masing-masing menyumbang -3,57% dan -2,23% terhadap indeks. Investor asing juga melakukan aksi jual sebesar Rp4,77 triliun dalam sepekan terakhir.

Inflasi Indonesia menunjukkan moderasi dan berada di bawah 3,5%, sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar, menandakan tekanan harga yang masih terkendali. Namun, surplus perdagangan tercatat lebih rendah dari perkiraan, mencerminkan adanya tekanan pada sektor eksternal meskipun masih berada di zona positif. Di sisi pasar modal, otoritas terus menunjukkan kemajuan dalam reformasi struktural, termasuk peningkatan persyaratan free float minimum menjadi 15%, peningkatan klasifikasi Investor, serta transparansi kepemilikan saham di atas 1%. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas dan daya tarik pasar modal Indonesia di mata Investor global.

Amerika

Sentimen Investor global cenderung lebih defensif seiring meningkatnya ketegangan konflik Iran yang berdampak luas terhadap ekonomi global, terutama melalui lonjakan harga energi. Setelah sempat mereda, sentimen kembali memburuk ketika Donald Trump menyatakan bahwa serangan terhadap Iran akan berlanjut tanpa kejelasan waktu berakhirnya konflik. Hal ini mendorong pasar memperkirakan konflik berkepanjangan serta gangguan pada jalur energi utama seperti Selat Hormuz.

Harga minyak kembali melonjak, dengan Brent sempat mendekati USD120 per barel sebelum turun ke bawah USD110. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi, dengan tenor 10 tahun berada di kisaran 4,35% dan tenor 2 tahun sekitar 3,85%, mencerminkan tekanan inflasi yang masih kuat. Secara keseluruhan, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi karena sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan ekspektasi inflasi.

Ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kinerja yang relatif solid, di mana sektor manufaktur pada bulan Maret terus berekspansi dan mencapai level tertinggi sejak Agustus 2022, terutama didorong oleh peningkatan produksi meskipun pertumbuhan pesanan baru mulai melambat. Penjualan ritel juga mencatat pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan dan pulih dari kontraksi bulan sebelumnya, dengan data Februari menjadi yang terbaik sejak Juli tahun lalu. Namun, di sisi tenaga kerja, jumlah lowongan pekerjaan menurun dan berada di bawah ekspektasi pasar, terutama dipicu oleh penurunan di sektor akomodasi dan makanan, yang mengindikasikan adanya pelemahan bertahap di pasar tenaga kerja.

Asia Pasifik

Tingkat pengangguran Jepang turun ke 2,6%, lebih rendah dari perkiraan pasar, menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif stabil. Namun demikian, penjualan ritel justru menurun dan berada di bawah ekspektasi, mencerminkan masih lemahnya konsumsi domestik.

Aktivitas ekonomi Tiongkok menunjukkan perbaikan, di mana sektor manufaktur dan non-manufaktur sama-sama mencatat kinerja yang lebih baik dari ekspektasi. Sektor manufaktur bahkan mencatat pertumbuhan terkuat sejak Maret tahun lalu, menandakan adanya pemulihan aktivitas produksi.

Sumber : Refinitiv

Data Makro

  Data Makro Sekarang Sebelumnya
PDB ID 5,39% 5,04%
Inflasi ID 4,76% 3,55%
Suku Bunga ID 4,75% 4,75%
Pengangguran ID 4,85% 4,76%
Neraca Dagang ID $0,95 Bio $2,52 Bio

 

Kalender Ekonomi

 

Minggu Ini
Tanggal Indikator Ekonomi Data Konsensus Data Sebelumnya
09-Apr US – Core PCE Price Index m/m 0,4% 0,4%
US – Core PCE Price Index y/y 3% 3,1%
US – GDP Growth Rate q/q Final 0,7% 4,4%
10-Apr CN – Inflation m/m 0,2% 1%
CN – Inflation y/y 1,2% 1,3%
US – Inflation m/m 0,9% 0,3%
US – Inflation y/y 3,4% 2,4%
US – Core Inflation m/m 0,3% 0,2%
US – Core Inflation y/y 2,7% 2,5%

 

Minggu Sebelumnya
Tanggal Indikator Ekonomi Data Aktual Data Konsensus Data Sebelumnya
31-Mar CN – NBS Manufacturing PMI 50,4 50 49
US – JOTLs Job Opening 6,88 Mio 6,85 Mio 6,946 Mio
01-Apr ID – Inflation Rate m/m 0,41% 0,3% 0,68%
ID – Inflation Rate y/y 3,48% 4,9% 4,76%
ID – Core Inflation Rate y/y 2,52% 2,5% 2,63%
ID -  Trade Balance $1,28 Bio $1,2 Bio $0,96 Bio
US – ISM Manufacturing PMI 52,7 52,3 52,4
CN – RatingDog PMI 50,8 51,9 52,1
03-Apr US  – Non-farm payrolls 178k 48k -92k
US – Unemployment Rate 4,3% 4,5% 4,4%

Disclaimer on

Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.

PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)