10 November 2025

Domestik

Sepekan terakhir IHSG mengalami penguatan sebesar 2,83% didorong oleh sektor infrastruktur dan sektor energi yang masing-masing menyumbang +5,98% dan +4,88% terhadap indeks. Investor asing juga melakukan aksi beli sebesar Rp3,28 triliun dalam sepekan terakhir.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 tercatat lebih kuat dari perkiraan, meski sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya. Pemerintah tetap mempertahankan target pertumbuhan 5,2% untuk tahun ini, dengan kontribusi besar berasal dari belanja pemerintah yang meningkat signifikan. Inflasi terus meningkat secara bertahap dan mencapai level tertinggi sejak April 2024, namun masih berada dalam rentang target Bank Indonesia (BI).

Di pasar obligasi, yield IndoGB 10 tahun naik ke sekitar 6,18% setelah rally tajam di paruh pertama Oktober, seiring reaksi terhadap keputusan BI yang menahan suku bunga. Meskipun demikian, prospek jangka menengah tetap positif karena disiplin fiskal pemerintah yang berkomitmen menjaga defisit di bawah 3% PDB serta potensi ruang tambahan bagi BI untuk menurunkan suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Nilai tukar Rupiah melemah tipis namun masih stabil, sedangkan fundamental domestik tetap kuat. Kami melihat peluang lanjutan penurunan yield seiring siklus pelonggaran moneter global dan domestik, dengan potensi keuntungan lebih besar pada obligasi berjangka menengah hingga panjang di tengah tren bull flattening pada kurva imbal hasil.

Di pasar saham, hasil laporan keuangan kuartal III 2025 menunjukkan tanda-tanda bahwa kinerja laba emiten telah mencapai titik terendah (bottoming out), dengan revisi penurunan yang lebih kecil dibanding kuartal sebelumnya. Kami tetap optimistis terhadap prospek saham domestik, terutama pada sektor konsumsi yang berpotensi terdorong oleh paket stimulus pemerintah. Ke depan, Investor disarankan tetap fokus pada saham-saham berkualitas dengan valuasi menarik serta obligasi pemerintah berdurasi panjang, karena arah kebijakan suku bunga global yang menurun masih mendukung kedua aset tersebut.

Amerika

Penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown) kini telah melampaui rekor terpanjang dalam sejarah dan masih berlangsung tanpa kepastian waktu berakhir. Ketegangan politik antara Partai Republik dan Demokrat membuat dampaknya mulai terasa terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat, termasuk pengurangan jumlah penerbangan domestik. Diperkirakan kerugian ekonomi mencapai sekitar USD 15 miliar per minggu jika kondisi ini berlanjut.

Di sisi pasar keuangan, Investor ekuitas AS relatif tenang terhadap shutdown, meski sentimen negatif muncul akibat valuasi saham AI yang dinilai terlalu mahal. Namun, kekhawatiran fiskal kembali meningkat dan mendorong yield Treasury AS lebih tinggi, dengan tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,1%. Kenaikan yield ini juga dipengaruhi oleh ekspektasi peningkatan penerbitan obligasi pemerintah pada tahun depan serta ketidakpastian terkait keputusan Mahkamah Agung mengenai legalitas tarif ekspor-impor era Trump yang dapat memengaruhi pendapatan fiskal.

Dari sisi ekonomi riil, PMI manufaktur menunjukkan kontraksi yang lebih dalam dari perkiraan dan menjadi bulan kedelapan berturut-turut berada di bawah ambang ekspansi, sementara PMI jasa mencatat ekspansi terkuat sejak Februari. Meskipun ekspektasi terhadap laju pemangkasan suku bunga The Fed menurun, pasar masih memperkirakan adanya pemotongan suku bunga pada Desember, walau ketidakpastian meningkat karena absennya data resmi selama shutdown.

Asia Pasifik

Data perdagangan Tiongkok menunjukkan neraca dagang stabil dibanding bulan sebelumnya, meskipun tidak memenuhi ekspektasi pasar akan surplus yang lebih besar. Ekspor secara tak terduga turun, sementara impor melambat, mencerminkan lemahnya permintaan global. Sementara itu, PMI manufaktur gagal memenuhi ekspektasi tetapi masih menunjukkan ekspansi, menandakan bahwa aktivitas industri masih tumbuh meskipun secara moderat.

 

Sumber : Refinitiv

Data Makro

Data Makro Sekarang Sebelumnya
PDB ID 5,04% 5,12%
Inflasi ID 2,86% 2,65%
Suku Bunga ID 4,75% 4,75%
Pengangguran ID 4,76% 4,91%
Neraca Dagang ID $4,34 Bio $5,49 Bio

 

Kalender Ekonomi

 

Minggu Ini

Tanggal

Indikator Ekonomi

Data Aktual

Data Konsensus

13 Nov US – Initial Jobless Claim 223k 218k
US – Inflation Rate m/m 0,2% 0,3%
US – Inflation Rate y/y 3,1% 0,03
US – Core Inflation Rate m/m 0,3% 0,2%
US – Core Inflation Rate y/y 3% 3%
14 Nov US – Retail Sales m/m 0,4% 0,6%
US – Retail Sales y/y 3,9% 0,05
CN – Retail Sales y/y 2,7% 3%
CN – Unemployment Rate 5,2% 5,2%


Minggu Sebelumnya

Tanggal

Indikator Ekonomi

Data Aktual

Data Konsensus

Data Sebelumnya

03 Nov ID - Trade Balance $4,34 Bio $5,2 Bio $5,49 Bio
ID – Inflation Rate m/m 0,28% 0,1% 0,21%
ID – Inflation Rate y/y 2,86% 2,7% 2,65%
ID – Core Inflation Rate y/y 2,36% 2,2% 2,19%
US – ISM Manufacturing PMI 48,7 49,9 49,1
CN – RatingDog PMI 50,6 50,8 51,2
05 Nov ID – GDP Growth Rate q/q 1,43% 1,6% 4,04%
ID – GDP Growth Rate y/y 5,04% 5,2% 5,12%
07 Nov CN – Trade Balance $90,07 Bio $97 Bio $90,4 Bio

 

Produk Fokus

PROFIL RISIKO ASSET CLASS PRODUK INVESTASI KINERJA*
DENOMINASI USD 1 tahun 1 bulan 3 bulan 6 bulan YTD
Low To Medium Fixed Income Ashmore Dana USD Nusantara 1,85% 3,78% 4,62% 4,42% 2,22%
Fixed Income BNP Paribas Prima USD Kelas RK1 1,06% 2,22% 4,09% 6,86% 5,17%
Fixed Income BRI Melati Premium Dollar 0,99% 2,56% 4,97% 7,49% 4,54%
Fixed Income Manulife USD Fixed Income Kelas A 0,59% 1,67% 3,39% 6,36% 5,18%
Fixed Income Schroder USD Bond Class A 0,60% 1,77% 3,50% 6,56% 5,12%
 
Medium to High Develop Market Equity Allianz High Dividend Global Sharia Equity Dollar 2,64% 7,85% 21,69% 10,37% 9,27%
Technology Equity Batavia Technology Sharia Equity 6,07% 9,86% 35,15% 16,38% 18,01%
China Equity BNP Paribas Greater China Equity Syariah USD RK1 0,04% 12,84% 26,22% 31,55% 28,26%
Develop Market Equity Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS 13,75% 20,28% 35,72% 30,72% 24,02%
China Equity Eastspring Syariah Greater China Equity USD A 1,26% 14,55% 33,68% 26,87% 22,68%

 

Produk Fokus

PROFIL RISIKO ASSET CLASS PRODUK INVESTASI KINERJA*
DENOMINASI RUPIAH 1 tahun 1 bulan 3 bulan 6 bulan YTD
Low To Medium Fixed Income Ashmore Dana Obligasi Unggulan Nusantara 0,03% 1,56% 2,97% 4,53% 3,28%
Fixed Income Batavia Dana Obligasi Ultima 0,49% 1,50% 2,90% 4,10% 3,41%
Fixed Income BNP Paribas Prima II Kelas RK1 1,91% 3,45% 6,05% 8,89% 8,63%
Fixed Income Maybank Dana Obligasi Negara 1,98% 2,83% 4,36% 5,20% 4,20%
Fixed Income Manulife Obligasi Unggulan Kelas A 0,26% 1,08% 1,78% 2,46% 1,39%
 
Medium To High Index Fund Allianz SRI-KEHATI Index 6,08% 7,32% 9,87% 6,28% -3,29%
All Cap Equity Batavia Dana Saham Optimal 7,27% 6,79% 8,56% 1,34% -4,09%
Big Cap Equity BNP Paribas Pesona Syariah 5,94% 6,00% 15,61% 8,72% 2,54%
SMC BRI Mawar Fokus 10 3,95% 4,11% 22,18% 9,80% -1,15%
All Cap Equity Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A 5,65% 7,64% 12,19% 3,02% -3,77%
Big Cap Equity Maybank Financial Infobank15 Index Kelas N 5,61% 3,18% -1,19% -4,90% -16,04%
SMC Maybank Dana Ekuitas 5,54% 5,49% 5,93% -5,89% -11,43%
        
Index Index Harga Saham Gabungan 1,53% 8,40% 20,94% 15,60% 8,11%

*= NAV 31 Oktober 2025

Disclaimer on

Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.

PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)