15 Juni 2026
Sepekan terakhir IHSG mengalami penguatan sebesar 7,38% didorong oleh sektor keuangan dan sektor energi yang masing-masing menyumbang 9,67% dan 9,21% terhadap indeks. Investor asing malah melakukan aksi jual sebesar Rp6,08 triliun dalam sepekan terakhir di pasar reguler. Menunjukkan kurangnya kepercayaan Investor asing terhadap pasar domestik.
Bank Indonesia secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,50% sebagai langkah untuk menjaga stabilitas Rupiah di tengah volatilitas global dan risiko inflasi akibat konflik Timur Tengah. Kebijakan ini juga bertujuan menjaga inflasi tetap berada dalam target serta menarik kembali aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.
Pasca keputusan tersebut, Rupiah menunjukkan penguatan tipis, didukung oleh kombinasi kenaikan suku bunga, tingginya imbal hasil SRBI yang mencapai sekitar 7,65% untuk tenor 12 bulan, serta intervensi aktif dari Bank Indonesia. Selain itu, pemerintah juga memberikan klarifikasi terkait kebijakan ekspor komoditas strategis melalui DSI di bawah Danantara. Ditegaskan bahwa DSI hanya akan berfungsi sebagai pengawas dan koordinator, bukan sebagai eksportir langsung. Klarifikasi ini membantu meredakan kekhawatiran pasar terkait potensi gangguan terhadap arus ekspor, kontrak perdagangan, maupun penerimaan devisa.
Sentimen pasar global membaik setelah Presiden AS menunda rencana serangan terhadap Iran dan memberikan sinyal bahwa kesepakatan yang lebih luas mungkin dapat tercapai. Optimisme ini mendorong harga minyak Brent turun kembali ke bawah USD90 per barel dan memicu reli pada pasar saham global, khususnya di Asia dan Eropa. Namun demikian, pasar masih berhati-hati karena belum ada kepastian bahwa kesepakatan tersebut akan benar-benar menghasilkan normalisasi aktivitas perdagangan di Selat Hormuz.
Inflasi Amerika Serikat masih menunjukkan tekanan yang cukup tinggi pada bulan Mei. Inflasi headline tercatat 4,2% YoY, sementara inflasi inti berada di 2,9% YoY. Di sisi lain, inflasi produsen (PPI) naik lebih tinggi dari perkiraan pasar, terutama akibat kenaikan biaya energi. Kondisi ini membuat The Fed tetap berhati-hati dan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Meskipun demikian, sentimen pasar membaik setelah muncul harapan adanya kemajuan dalam negosiasi antara AS dan Iran, yang membantu menurunkan harga minyak dan mendorong penguatan pasar saham global.
Meskipun harga minyak turun, risiko inflasi global belum sepenuhnya hilang. Kenaikan PPI AS menunjukkan bahwa tekanan harga masih ada, sehingga The Fed diperkirakan belum akan segera beralih ke kebijakan yang lebih longgar. Dengan kata lain, perbaikan sentimen saat ini lebih mencerminkan berkurangnya risiko geopolitik dibandingkan perubahan fundamental terhadap arah kebijakan suku bunga global.
Perekonomian Jepang menunjukkan ketahanan yang lebih baik dari perkiraan. Pertumbuhan PDB kuartal pertama secara tahunan mencapai 1,8%, lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan mencerminkan kondisi domestik yang masih cukup kuat meskipun lingkungan global penuh tantangan.
Inflasi Tiongkok meningkat menjadi 1,2% YoY pada bulan Mei, lebih tinggi dari ekspektasi maupun bulan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adanya tanda-tanda reflasi yang mulai muncul, meskipun tingkat inflasi masih tergolong moderat dan belum mengindikasikan overheating pada perekonomian.
Sumber : Refinitiv
Data Makro
| Data Makro | Sekarang | Sebelumnya | |
|---|---|---|---|
| PDB ID | 5,61% | 5,39% | |
| Inflasi ID | 2,42% | 3,48% | |
| Suku Bunga ID | 4,75% | 4,75% | |
| Pengangguran ID | 4,85% | 4,76% | |
| Neraca Dagang ID | $3,32 Bio | $1,28 Bio | |
Kalender Ekonomi
| Minggu Ini | |||
|---|---|---|---|
| Tanggal | Indikator Ekonomi | Data Konsensus | Data Sebelumnya |
| 16 Juni | CN –Retail Sales | 0% | 0,2% |
| CN – Unemployment Rate | 5,2% | 5,2% | |
| 17 Juni | US – Retail Sales m/m | 0,5% | 0,5% |
| US – Retail Sales y/y | 4% | 4,9% | |
| US – Interest Rate | 3,75% | 3,75% | |
| 18 Juni | ID – Interest Rate | 6% | 5,50% |
| Minggu Sebelumnya | ||||
|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Indikator Ekonomi | Data Aktual | Data Konsensus | Data Sebelumnya |
| 9 Juni | CN –Trade Balance | $105,43 Bio | $92,1 Bio | $84,82 Bio |
| 10 Juni | CN – Inflation m/m | -0,1% | - | 0,3% |
| CN – Inflation y/y | 1,2% | 1,3% | 1,2% | |
| US – Inflation m/m | 0,5% | - | 0,6% | |
| US – Inflation y/y | 4,2% | 4,2% | 3,8% | |
| US – Core Inflation m/m | 0,2% | 0,3% | 0,4% | |
| US – Core Inflation y/y | 2,9% | 2,9% | 2,8% | |
Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.
PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)