8 Juni 2026

Domestik

Sepekan terakhir IHSG mengalami pelemahan sebesar -8,69% didorong oleh sektor transportasi dan sektor industrial yang masing-masing menyumbang -14.08% dan -13.32% terhadap indeks. Investor asing juga melakukan aksi jual sebesar Rp15,75 triliun dalam sepekan terakhir di pasar reguler. Menunjukkan kurangnya kepercayaan Investor asing terhadap pasar domestik.

Di Indonesia, perhatian Investor masih tertuju pada pelemahan Rupiah yang sempat menembus level 18.000 per dolar AS. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah, salah satunya melalui penerbitan SRBI dengan yield yang telah menembus 7% guna menarik kembali aliran dana asing ke pasar domestik. Meski demikian, tekanan terhadap Rupiah masih cukup besar akibat kombinasi faktor global, seperti tingginya harga energi dan ketidakpastian geopolitik, serta faktor musiman dari dalam negeri.

Di tengah tekanan nilai tukar tersebut, inflasi Indonesia tercatat sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar, namun masih berada dalam rentang target Bank Indonesia. Fokus Investor minggu ini lebih banyak tertuju pada perkembangan kebijakan domestik setelah parlemen resmi memperluas mandat Bank Indonesia. Jika sebelumnya BI berfokus pada stabilitas inflasi dan nilai tukar, kini mandat tersebut juga mencakup dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Meskipun tujuan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian dalam jangka panjang, pelaku pasar masih menantikan kejelasan implementasinya serta implikasinya terhadap independensi bank sentral.

Dari sisi fiskal, fundamental pemerintah masih relatif terjaga. Pendapatan negara hingga Mei 2026 tumbuh kuat sebesar 19,1% secara tahunan, meskipun belanja negara juga meningkat signifikan sebesar 34,4%. Hingga lima bulan pertama tahun ini, defisit anggaran tercatat sekitar 0,7% terhadap PDB, sehingga masih berada dalam jalur yang memungkinkan pemerintah mempertahankan defisit di bawah batas 3% pada tahun 2026. Kondisi ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk tetap menjalankan berbagai program prioritas tanpa menimbulkan tekanan berlebihan terhadap stabilitas fiskal.

Amerika

Sentimen pasar global masih dibayangi konflik Timur Tengah yang berkepanjangan. Gangguan pada jalur perdagangan energi melalui Selat Hormuz masih menjadi sumber utama ketidakpastian dan menjaga harga minyak tetap tinggi. Selain itu, negosiasi antara AS dan Iran belum menunjukkan kemajuan yang cukup berarti karena masih terdapat perbedaan mendasar dalam tuntutan kedua pihak.

Data ekonomi AS menunjukkan aktivitas bisnis yang tetap kuat. PMI manufaktur dan jasa pada bulan Mei tumbuh lebih baik dari ekspektasi dan lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Sektor manufaktur mencatat ekspansi terkuat sejak Mei 2022, sementara sektor jasa mencapai laju pertumbuhan tertinggi sejak Februari. Selain itu, jumlah lowongan pekerjaan pada April meningkat ke level tertinggi sejak November 2024 dan melampaui perkiraan pasar, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja masih cukup tangguh meskipun tekanan dari kenaikan harga energi terus meningkat.

Asia Pasifik

Belanja modal perusahaan Jepang pada kuartal pertama 2026 tercatat stagnan dan menjadi yang terlemah sejak kuartal keempat 2024. Kondisi ini menunjukkan perusahaan masih berhati-hati dalam melakukan investasi baru di tengah lingkungan ekonomi dan geopolitik yang belum menentu.

Aktivitas ekonomi Tiongkok relatif stabil. Sektor manufaktur masih bergerak datar, sementara sektor non-manufaktur mencatat ekspansi tipis dan lebih baik dari ekspektasi yang sebelumnya memperkirakan kontraksi. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas domestik masih mampu bertahan meskipun kondisi global masih penuh ketidakpastian.

Sumber : Refinitiv

Data Makro

  Data Makro Sekarang Sebelumnya
PDB ID 5,61% 5,39%
Inflasi ID 2,42% 3,48%
Suku Bunga ID 4,75% 4,75%
Pengangguran ID 4,85% 4,76%
Neraca Dagang ID $3,32 Bio $1,28 Bio

 

Kalender Ekonomi

 

Minggu Ini
Tanggal Indikator Ekonomi Data Konsensus Data Sebelumnya
9 Juni CN –Trade Balance $91,5 Bio $84,82 Bio
10 Juni CN – Inflation m/m 0,0% 0,3%
CN – Inflation y/y 1,3% 1,2%
US – Inflation m/m 0,5% 0,6%
US – Inflation y/y 4,2% 3,8%
US – Core Inflation m/m 0,3% 0,4%
US – Core Inflation y/y 2,9% 2,8%

 

Minggu Sebelumnya
Tanggal Indikator Ekonomi Data Aktual Data Konsensus Data Sebelumnya
1 Juni US – ISM Manufacturing PMI 54 53 52,7
2 Juni ID – Inflation Rate m/m 0,28% 0,14% 0,13%
ID – Inflation Rate y/y 3,08% 2,97% 2,42%
ID – Core Inflation Rate y/y 2,59% 2,52% 2,44%
ID -  Trade Balance $0,09 Bio $1,5 Bio $3,32Bio
5 Juni US  – Non-farm payrolls   85k 115k
US – Unemployment Rate   4,3% 4,3%

Disclaimer on

Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.

PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)