2 Juni 2026

Domestik

Sepekan terakhir IHSG mengalami pelemahan sebesar -0,56% didorong oleh sektor konsumsi non-siklikal dan sektor industrial yang masing-masing menyumbang -2,45% dan -2,31% terhadap indeks. Investor asing juga melakukan aksi jual sebesar Rp13,91 triliun dalam sepekan terakhir di pasar reguler. Menunjukkan kurangnya kepercayaan Investor asing terhadap pasar domestik.

Indonesia tidak merilis data ekonomi utama pada pekan ini. Namun, perhatian Investor tertuju pada kondisi nilai tukar Rupiah yang masih tertekan meskipun sebelumnya Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga lebih besar dari ekspektasi pasar. Tekanan terhadap Rupiah diperburuk oleh defisit transaksi berjalan sebesar USD4 miliar pada kuartal pertama 2026, yang merupakan level tertinggi sejak akhir 2019 dan dipengaruhi oleh meningkatnya biaya impor energi.

Selain itu, pasar juga mencermati rencana pemerintah untuk memusatkan ekspor beberapa komoditas strategis seperti batu bara, CPO, dan ferroalloy. Meskipun implementasinya masih membutuhkan waktu, Investor mulai mempertimbangkan tantangan tata kelola dan pelaksanaannya. Pasar obligasi juga masih menunggu hasil review sovereign rating Indonesia dari S&P Global Ratings yang diperkirakan akan keluar dalam waktu dekat.

Rebalancing indeks oleh MSCI yang efektif pada akhir pekan ini juga menjadi perhatian pasar karena memicu aksi jual dari Investor pasif. Meskipun demikian, ancaman penurunan status Indonesia menjadi Frontier Market tidak terjadi dan valuasi saham-saham berkualitas masih berada pada level yang menarik.

Amerika

Sentimen pasar global membaik secara bertahap karena meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran yang dapat membuka kembali aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz. Optimisme tersebut mendorong harga minyak Brent turun ke sekitar USD92 per barel dari level yang jauh lebih tinggi sebelumnya. Namun, pasar masih menunggu bukti nyata berupa kesepakatan resmi dan normalisasi lalu lintas perdagangan di Selat Hormuz sebelum dapat sepenuhnya mengurangi premi risiko geopolitik.

Data inflasi inti PCE AS yang lebih rendah dari ekspektasi juga membantu menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed. Meski demikian, yield obligasi pemerintah AS tenor panjang masih bertahan tinggi karena Investor masih khawatir terhadap risiko fiskal AS setelah penurunan peringkat kredit pemerintah AS oleh Moody's Ratings dari Aaa menjadi Aa1 akibat tingginya utang dan defisit anggaran.

Ekonomi Amerika Serikat tumbuh lebih lambat dari ekspektasi pada kuartal pertama 2026 berdasarkan estimasi awal, terutama akibat revisi turun pada investasi dan konsumsi masyarakat. Di sisi lain, inflasi inti PCE yang menjadi indikator favorit The Fed tercatat lebih rendah dari perkiraan pada April, menunjukkan tekanan inflasi yang mulai mereda meskipun konflik Timur Tengah masih berlangsung. Namun demikian, estimasi awal menunjukkan laba korporasi pada kuartal pertama mengalami penurunan, yang mengindikasikan mulai munculnya tekanan terhadap profitabilitas perusahaan.

Asia Pasifik

Bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut. Otoritas moneter masih berhati-hati dalam menyeimbangkan tekanan inflasi dan pelemahan mata uang. Di sisi lain, kepercayaan bisnis meningkat ke level tertinggi sejak Agustus 2022, menunjukkan adanya optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan.

Kepercayaan konsumen Jepang meningkat di luar ekspektasi pasar dan mencapai level tertinggi sejak Februari. Perbaikan sentimen terjadi hampir di seluruh segmen masyarakat. Penjualan ritel juga meningkat signifikan dan menjadi yang tertinggi sejak April 2025, didukung oleh stimulus pemerintah yang membantu mendorong konsumsi domestik.

Sumber : Refinitiv

Data Makro

  Data Makro Sekarang Sebelumnya
PDB ID 5,61% 5,39%
Inflasi ID 2,42% 3,48%
Suku Bunga ID 4,75% 4,75%
Pengangguran ID 4,85% 4,76%
Neraca Dagang ID $3,32 Bio $1,28 Bio

 

Kalender Ekonomi

 

Minggu Ini
Tanggal Indikator Ekonomi Data Konsensus Data Sebelumnya
1 Juni US – ISM Manufacturing PMI 53 52,7
2 Juni ID – Inflation Rate m/m 0,14% 0,13%
ID – Inflation Rate y/y 2,97% 2,42%
ID – Core Inflation Rate y/y 2,52% 2,44%
ID -  Trade Balance $1,5 Bio $3,32Bio
5 Juni US  – Non-farm payrolls 85k% 115k%
US – Unemployment Rate 4,3% 4,3%

 

Minggu Sebelumnya
Tanggal Indikator Ekonomi Data Aktual Data Konsensus Data Sebelumnya
28 Mei US – Core PCE Price Index m/m 0,2% 0,3% 0,3%
US – Core PCE Price Index y/y 3,3% 3,3% 3,2%
US – GDP Growth Rate q/q 2nd Est 1,6% 2% 0,5%

Disclaimer on

Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.

PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)