09 Maret 2026

Domestik

Sepekan terakhir IHSG mengalami pelemahan sebesar -7.89% didorong oleh sektor konsumsi siklikal dan sektor transportasi yang masing-masing menyumbang -14,73% dan -12,05% terhadap indeks. Investor asing juga melakukan aksi jual sebesar Rp2,97 triliun dalam sepekan terakhir.

Indonesia mencatat inflasi tahunan yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan mencapai level tertinggi sejak Maret 2023. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh efek basis rendah dari kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2025. Di sisi perdagangan, surplus neraca perdagangan turun di bawah perkiraan dan menjadi yang terendah sejak April tahun lalu, seiring peningkatan impor sementara pertumbuhan ekspor relatif terbatas.

Dalam perkembangan pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mulai merilis daftar pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1% pada perusahaan publik, lebih rendah dari batas sebelumnya sebesar 5%. Langkah ini merupakan bagian dari upaya otoritas untuk meningkatkan transparansi pasar modal dan menjawab perhatian Investor global terkait konsentrasi kepemilikan saham. Pasar masih menantikan langkah lanjutan seperti pengungkapan ultimate beneficial owners serta klasifikasi Investor yang lebih rinci.

Secara keseluruhan, kondisi pasar global saat ini masih sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan sensitif terhadap perkembangan berita. Dalam lingkungan volatilitas yang tinggi, pendekatan investasi yang lebih defensif dinilai tetap relevan, khususnya melalui instrumen obligasi pemerintah berdurasi pendek yang likuid. Untuk investasi saham, strategi pengelolaan aktif menjadi penting agar dapat mengelola risiko sekaligus memanfaatkan peluang, terutama pada sektor energi dan komoditas. Di pasar domestik, pendekatan investasi tetap berfokus pada perusahaan dengan fundamental kuat, valuasi yang wajar, serta likuiditas yang baik.

Amerika

Pada pekan ini, aktivitas ekonomi di Amerika Serikat menunjukkan kinerja yang lebih kuat dari perkiraan. Indeks PMI manufaktur dan jasa sama-sama mencatat ekspansi yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Di sektor manufaktur, tekanan harga masih berlanjut meskipun laju pertumbuhan sektor tersebut sedikit melambat pada Februari. Sementara itu, PMI jasa meningkat signifikan dan mencatat pertumbuhan terkuat sejak Agustus 2022, terutama didorong oleh peningkatan aktivitas bisnis.

Di sisi geopolitik, perhatian global tertuju pada eskalasi konflik di Iran setelah dimulainya operasi militer yang disebut “Operation Epic Fury”, yang melibatkan serangan terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap berbagai target strategis di Iran. Konflik tersebut memicu balasan dari Iran terhadap wilayah Teluk yang bersekutu dengan AS serta beberapa pangkalan militer AS. Ketegangan ini menyebabkan lonjakan harga komoditas energi akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan jalur perdagangan. Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury meningkat tajam seiring meningkatnya risiko inflasi, dengan yield tenor 10 tahun naik sekitar 22 bps ke 4,16% dan tenor 2 tahun naik ke 3,60%. Kekhawatiran terhadap inflasi juga meningkat karena lonjakan harga energi yang berdampak langsung pada harga bensin di AS, yang telah naik sekitar 59% sejak titik terendah awal Januari.

Asia Pasifik

Aktivitas ekonomi di Tiongkok melambat pada Februari, tercermin dari penurunan PMI manufaktur maupun non-manufaktur yang lebih besar dari perkiraan. Perlambatan ini sebagian dipengaruhi oleh libur panjang Festival Musim Semi serta penurunan pesanan baru. Sektor jasa juga mengalami gangguan aktivitas dan mencatat kontraksi untuk bulan kedua berturut-turut, menandakan pemulihan yang masih belum stabil.

Sumber : Refinitiv

Data Makro

  Data Makro Sekarang Sebelumnya
PDB ID 5,39% 5,04%
Inflasi ID 4,76% 3,55%
Suku Bunga ID 4,75% 4,75%
Pengangguran ID 4,85% 4,76%
Neraca Dagang ID $0,95 Bio $2,52 Bio

 

Kalender Ekonomi

 

Minggu Ini
Tanggal Indikator Ekonomi Data Konsensus Data Sebelumnya
09-Mar CN  - Inflation Rate m/m 0,3% 0,2%
CN  - Inflation Rate y/y 0,8% 0,2%
10-Mar CN – Trade Balance $182 Bio $114,1 Bio
11-Mar US – Inflation m/m 0,2% 0,2%
US – Inflation y/y 2,5% 2,4%
US – Core Inflation m/m  0,2% 0,3%
US – Core Inflation y/y 2,5% 2,5%
13-Mar US – Core PCE Price m/m 0,4% 0,4%
US – Core PCE Price y/y 3,1% 3%
US – JOLTs Job Openings 6,84M 6,542 M
US – GDP Growth Rate q/q 1,4% 4,4%

 

Minggu Sebelumnya
Tanggal Indikator Ekonomi Data Aktual Data Konsensus Data Sebelumnya
02-Mar ID – Inflation Rate m/m 0,68% 0% -0,15%
ID – Inflation Rate y/y 4,76% 4% 3,55%
ID – Core Inflation Rate y/y 2,63% 2,5% 2,45%
ID -  Trade Balance $0,95 Bio $2,76 Bio $2,52 Bio
US – ISM Manufacturing PMI 52,4 52,3 52,6
04-Mar CN – RatingDog PMI 52,1 50,1 50,3
CN – NBS Manufacturing PMI 49,0 49,1 49,3
06-Mar US  – Non-farm payrolls -92k 60k 130k
US – Unemployment Rate 4,4% 4,3% 4,3%

Disclaimer on

Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.

PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)