09 Februari 2026

Domestik

Sepekan terakhir IHSG mengalami pelemahan sebesar -4,73% didorong oleh sektor konsumsi siklikal dan sektor infrastruktur yang masing-masing menyumbang -14,53% dan -11,27% terhadap indeks. Investor asing juga melakukan aksi jual sebesar Rp1,17 triliun dalam sepekan terakhir.

Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan kuartal IV yang lebih kuat dari perkiraan, didorong oleh konsumsi swasta yang didukung kebijakan pemerintah serta penurunan biaya pinjaman secara bertahap. Di pasar keuangan, otoritas terus mendorong reformasi menyeluruh pasar modal guna meningkatkan kredibilitas dan daya tarik investasi. Sejumlah inisiatif yang dibahas mencakup kenaikan batas minimum free float IPO menjadi 15%, peningkatan free float emiten eksisting, transparansi pemegang saham di atas 1%, serta klasifikasi investor yang lebih rinci. Namun, sentimen pasar sempat tertekan oleh keputusan Moody’s yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat tetap berada pada kategori Investment Grade. Keputusan ini berdampak langsung pada pasar, dengan indeks saham terkoreksi, imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik, dan nilai tukar rupiah melemah. Ke depan, volatilitas diperkirakan masih berlanjut seiring sensitivitas pasar terhadap isu reformasi dan kondisi makro, sehingga strategi defensif dengan fokus pada instrumen berkualitas tinggi dan saham berfundamental kuat tetap menjadi pendekatan yang disarankan.

Amerika

Data pembukaan lowongan kerja di AS kembali melemah dan berada di level terendah sejak September 2020, dengan penurunan terbesar berasal dari sektor jasa profesional dan bisnis. Hal ini menegaskan pelemahan pasar tenaga kerja yang telah berlangsung sejak September. Di sisi lain, indeks PMI jasa tercatat sedikit lebih baik dari perkiraan dan menjadi yang terkuat sejak Desember 2024, sementara PMI manufaktur mengalami ekspansi yang tidak terduga, kemungkinan dipengaruhi oleh pemesanan ulang pasca musim liburan. Di tengah kondisi ini, pasar global masih mencermati potensi penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya yang dipersepsikan lebih hawkish, meskipun melemahnya data tenaga kerja menjaga ekspektasi penurunan suku bunga tetap terbuka ke depan.

Asia Pasifik

Aktivitas manufaktur di Tiongkok menunjukkan ekspansi ringan sesuai ekspektasi, melanjutkan tren pemulihan bertahap sejak November. Sementara itu, sektor jasa tampil lebih kuat dari perkiraan, didorong oleh pertumbuhan bisnis baru, yang memberikan sinyal perbaikan permintaan domestik.

Sumber : Refinitiv

Data Makro

  Data Makro Sekarang Sebelumnya
PDB ID 5,04% 5,12%
Inflasi ID 3,55% 2,92%
Suku Bunga ID 4,75% 4,75%
Pengangguran ID 4,85% 4,76%
Neraca Dagang ID $2,52 Bio $2,66 Bio

 

Kalender Ekonomi

 

Minggu Ini
Tanggal Indikator Ekonomi Data Konsensus Data Sebelumnya
10-Feb ID – Retail Sales y/y 5,5% 6,3%
US – Retail Sales m/m 0,5% 0,6%
US – Retail Sales y/y 2,9% 3,3%
11-Feb CN – Inflation Rate m/m 0,4% 0,2%
CN – Inflation Rate y/y 0,5% 0,8%
US  – Non-farm payrolls 70k 50k
US – Unemployment Rate 4,4% 4,4%
13-Feb US – Inflation m/m 0,3% 0,3%
US – Inflation y/y 2,5% 2,7%
US – Core Inflation m/m 0,3% 0,2%
US – Core Inflation y/y 2,5% 2,6%

 

Minggu Sebelumnya
Tanggal Indikator Ekonomi Data Aktual Data Konsensus Data Sebelumnya
02-Feb ID – Inflation Rate m/m -0,15% 0,3% 0,64%
ID – Inflation Rate y/y 3,55% 3,8% 2,92%
ID – Core Inflation Rate y/y 2,45% 2,37% 2,38%
US – ISM Manufacturing PMI 52,6 48,3 47,9
CN – RatingDog PMI 50,3 50,3 50,1
03-Feb US – JOLTs Job Openings 6.542M 7,1M 7,146M
05-Feb ID – GDP Growth Rate q/q 0,86% 1,9% 1,43%
ID – GDP Growth Rate y/y 5,39% 5,2% 5,04%
ID – Full Year GDP Growth 5,11% 5% 5,03%

Disclaimer on

Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.

PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)