16 Maret 2026

Domestik

Sepekan terakhir IHSG mengalami pelemahan sebesar -5,26% didorong oleh sektor infrastruktur dan sektor konsumsi siklikal yang masing-masing menyumbang -8,23% dan -8,00% terhadap indeks. Investor asing juga melakukan aksi jual sebesar Rp1,23 triliun dalam sepekan terakhir.

Kepercayaan konsumen Indonesia melemah dibandingkan bulan sebelumnya, dengan penurunan pada ekspektasi kondisi ekonomi, pendapatan, dan ketersediaan lapangan kerja. Meski demikian, penjualan ritel tahunan pada Januari tumbuh lebih kuat dari perkiraan, menandakan konsumsi aktual masih cukup solid.

Dari sisi pasar domestik, Otoritas Jasa Keuangan menunjuk Frederica Widyasari Dewi sebagai ketua baru, yang dinilai positif karena kesinambungan kepemimpinan dan agenda reformasi pasar modal tetap terjaga. Otoritas juga dijadwalkan merilis daftar konsentrasi kepemilikan saham sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi pasar.

Secara global, lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah khususnya gangguan di Selat Hormuz menjadi faktor utama volatilitas pasar. Harga minyak sempat melonjak hingga sekitar USD119 per barel sebelum terkoreksi, namun tetap tinggi di atas USD90 karena ketidakpastian pasokan. Penunjukan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, setelah wafatnya ayahnya Ali Khamenei, meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik akan berlarut-larut dan terus mengganggu jalur energi global.

Dalam kondisi saat ini, sentimen pasar sangat dipengaruhi oleh berita geopolitik sehingga volatilitas diperkirakan tetap tinggi. Strategi defensif dengan fokus pada aset likuid dan berkualitas tinggi dinilai masih relevan. Pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia serta pertemuan Federal Reserve pada pekan berikutnya, di mana keduanya diperkirakan akan mempertahankan suku bunga mengingat risiko inflasi dan ketidakstabilan nilai tukar yang masih tinggi.

Amerika

Inflasi utama dan inflasi inti Amerika Serikat pada pekan ini sesuai dengan ekspektasi dan tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi utama berada pada level terendah sejak Mei 2025, sementara inflasi inti turun ke titik terendah sejak Maret 2021, menunjukkan tekanan harga yang relatif terkendali. Di sisi perdagangan, defisit neraca perdagangan Januari lebih kecil dari perkiraan karena ekspor meningkat dan impor menurun. Namun demikian, volatilitas pasar tetap tinggi akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik Timur Tengah, yang berpotensi meningkatkan inflasi ke depan dan memengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve. Pasar saat ini memperkirakan bank sentral belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat mengingat risiko inflasi energi yang meningkat.

Asia Pasifik

Ekonomi Jepang mencatat pertumbuhan PDB kuartal IV 2025 yang lebih kuat dari perkiraan dan pulih dari kontraksi pada kuartal sebelumnya, terutama didorong oleh permintaan domestik yang solid. Namun, belanja rumah tangga pada Januari justru menurun, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan, akibat penurunan pengeluaran untuk perumahan dan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat masih belum sepenuhnya pulih.

Inflasi tahunan Tiongkok pada Februari meningkat lebih tinggi dari perkiraan dan mencapai level tertinggi sejak Januari 2023, terutama dipengaruhi oleh faktor musiman perayaan Tahun Baru Imlek. Di sisi perdagangan, surplus neraca perdagangan juga melampaui ekspektasi berkat lonjakan ekspor yang signifikan, meskipun impor turut meningkat.

Sumber : Refinitiv

Data Makro

  Data Makro Sekarang Sebelumnya
PDB ID 5,39% 5,04%
Inflasi ID 4,76% 3,55%
Suku Bunga ID 4,75% 4,75%
Pengangguran ID 4,85% 4,76%
Neraca Dagang ID $0,95 Bio $2,52 Bio

 

Kalender Ekonomi

 

Minggu Ini
Tanggal Indikator Ekonomi Data Konsensus Data Sebelumnya
17-Mar ID – Interest Rate 4,75% 4,75%
19-Mar US – Interest Rate 3,75% 3,75%
JP – Interest Rate 0,75% 0,75%
EU – Interest Rate 2,15% 2,15%
20-Mar CN – Interest Rate 3,5% 3,5%

 

Minggu Sebelumnya
Tanggal Indikator Ekonomi Data Aktual Data Konsensus Data Sebelumnya
09-Mar CN  - Inflation Rate m/m 0,01 0,3% 0,2%
CN  - Inflation Rate y/y 1,3% 0,8% 0,2%
10-Mar CN – Trade Balance $213,6 Bio $182 Bio $114,1 Bio
11-Mar US – Inflation m/m 0,3% 0,2% 0,2%
US – Inflation y/y 2,4% 2,5% 2,4%
US – Core Inflation m/m  0,2% 0,2% 0,3%
US – Core Inflation y/y 2,5% 2,5% 2,5%
13-Mar US – Core PCE Price m/m 0,4% 0,4% 0,4%
US – Core PCE Price y/y 3,1% 3,1% 3%
US – JOLTs Job Openings 6,946 M 6,84 M 6,542 M
US – GDP Growth Rate q/q 0,7% 1,4% 4,4%

Disclaimer on

Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.

PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)