23 Februari 2026
Sepekan terakhir IHSG mengalami pelemahan sebesar -0,23% didorong oleh sektor properti dan sektor kesehatan yang masing-masing menyumbang -0,79% dan -0,16% terhadap indeks. Investor asing juga melakukan aksi jual sebesar Rp4,38 triliun dalam sepekan terakhir.
Di dalam negeri, perdagangan berlangsung lebih singkat pada pekan ini, dengan arus dana asing yang mulai kembali secara bertahap ke pasar saham. Namun, pelaku pasar masih menantikan perkembangan reformasi struktural di pasar modal Indonesia. Otoritas telah mengumumkan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan transparansi dan menyelaraskan standar dengan praktik global, termasuk rencana publikasi daftar konsentrasi kepemilikan saham. Bursa diharapkan mulai mengungkapkan pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1% pada situs resminya sebelum akhir Februari, serta menerapkan klasifikasi yang lebih rinci dan terdefinisi dengan jelas pada akhir Maret.
Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuannya untuk kelima kalinya secara berturut-turut, sesuai ekspektasi pasar. Kebijakan ini menegaskan fokus bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus menyeimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Bank Indonesia diperkirakan tetap berhati-hati hingga risiko eksternal dan domestik mereda serta transmisi kebijakan suku bunga menjadi lebih efektif.
Secara keseluruhan, pasar domestik masih sensitif terhadap sentimen global dan berita utama. Otoritas menegaskan komitmennya untuk mendorong likuiditas dan transparansi serta mendukung saham-saham yang memiliki fundamental kuat dibandingkan saham spekulatif. Dalam kondisi saat ini, strategi defensif tetap menjadi pilihan, dengan preferensi pada reksa dana obligasi berdurasi pendek dan reksa dana saham yang dikelola secara aktif.
Pekan ini, defisit perdagangan Amerika Serikat melebar lebih besar dari perkiraan seiring penurunan ekspor dan kenaikan impor, terutama didorong oleh pembelian aksesori komputer. Di sisi tenaga kerja, klaim pengangguran awal mingguan turun dan berada di bawah ekspektasi, mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih relatif solid. Dari sisi geopolitik, ketegangan antara AS dan Iran meningkat meskipun belum terjadi eskalasi langsung, sehingga mendorong kenaikan premi risiko pasar.
Di sisi kebijakan perdagangan, Mahkamah Agung AS memutuskan menolak tarif “Liberation Day” yang diajukan oleh Donald Trump, sehingga ia berencana menerapkan tarif global sebesar 10% melalui pasal perdagangan lain seperti Section 232 dan Section 301. Putusan ini memicu ekspektasi inflasi yang lebih rendah di AS dan mendorong penguatan pasar saham. Namun demikian, dolar AS dan obligasi pemerintah tertekan, tercermin dari penurunan indeks dolar (DXY) di bawah 97,6 serta koreksi imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ke kisaran 4,1% dan tenor 2 tahun mendekati 3,5%, di tengah kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS. Ke depan, volatilitas global diperkirakan tetap tinggi seiring dinamika kebijakan tarif AS yang masih berkembang.
Inflasi utama Jepang tercatat lebih rendah dari perkiraan dan turun ke level terendah sejak Maret 2022. Penurunan ini didorong oleh perlambatan kenaikan harga pangan, termasuk harga beras. Inflasi inti juga mengalami penurunan, meskipun masih sejalan dengan ekspektasi pasar, mencerminkan tekanan harga yang semakin terkendali.
Sumber : Refinitiv
Data Makro
| Data Makro | Sekarang | Sebelumnya | |
|---|---|---|---|
| PDB ID | 5,04% | 5,12% | |
| Inflasi ID | 3,55% | 2,92% | |
| Suku Bunga ID | 4,75% | 4,75% | |
| Pengangguran ID | 4,85% | 4,76% | |
| Neraca Dagang ID | $2,52 Bio | $2,66 Bio | |
Kalender Ekonomi
| Minggu Ini | |||
|---|---|---|---|
| Tanggal | Indikator Ekonomi | Data Konsensus | Data Sebelumnya |
| 24-Feb | CN – Interest Rate | 3,5% | 3,5% |
| Minggu Sebelumnya | ||||
|---|---|---|---|---|
| Tanggal | Indikator Ekonomi | Data Aktual | Data Konsensus | Data Sebelumnya |
| 10-Feb | ID – Retail Sales y/y | 3,5% | 5,5% | 6,3% |
| US – Retail Sales m/m | 0% | 0,5% | 0,6% | |
| US – Retail Sales y/y | 2,4% | 2,9% | 3,3% | |
| 11-Feb | CN – Inflation Rate m/m | 0,2% | 0,4% | 0,2% |
| CN – Inflation Rate y/y | 0,2% | 0,5% | 0,8% | |
| US – Non-farm payrolls | 130k | 70k | 50k | |
| US – Unemployment Rate | 4,3% | 4,4% | 4,4% | |
| 13-Feb | US – Inflation m/m | 0,2% | 0,3% | 0,3% |
| US – Inflation y/y | 2,4% | 2,5% | 2,7% | |
| US – Core Inflation m/m | 0,3% | 0,3% | 0,2% | |
| US – Core Inflation y/y | 2,5% | 2,5% | 2,6% | |
Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.
PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)