Ikhtisar Kinerja Sembilan Bulan 2026 (Y-o-Y)
- Laba sebelum pajak (PBT) konsolidasian tercatat Rp1,43 triliun; PATAMI Rp957 miliar.
- Gross Operating Income (GOI) meningkat 0,4% menjadi Rp7,28 triliun, didukung:
- Pendapatan bunga bersih (NII) naik 4,3% menjadi Rp5,75 triliun.
- Pendapatan nonbunga (NOII) turun 8,5% menjadi Rp1,67 triliun sehubungan dengan penurunan pendapatan trading Global Markets (GM) di tengah volatilitas pasar.
- Total kredit tumbuh 6,8% menjadi Rp128,39 triliun.
- Rasio CASA meningkat menjadi 64,1% dari 52,2%, didukung oleh pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 16,7% menjadi Rp79,81 triliun.
- Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio NPL 2,1% (gross) dan 1,3% (net) pada September 2026.
- Permodalan dan likuiditas tetap kuat, dengan CAR 24,0%, CETI 22,8% serta LDR Bank secara individual 88,4%, LCR 170,0%, dan NSFR 110,8%.
- Perbankan Syariah:
- PBT meningkat 29,4% menjadi Rp668 miliar.
- Pembiayaan tumbuh 18,4% menjadi Rp32,46 triliun.
- CASA meningkat 12,6% menjadi Rp25,58 triliun; Rasio CASA menguat dari 62,2% menjadi 70,8%.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank Indonesia Group") mencatat laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp1,43 triliun untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 (9M FY2026), relatif sama Year-on-Year (Y-o-Y). Laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) tercatat sebesar Rp957 miliar.
Pendapatan operasional (GOI) meningkat 0,4% Y-o-Y menjadi Rp7,28 triliun. Pendapatan bunga bersih (NII) tumbuh 4,3% menjadi Rp5,75 triliun, didukung penurunan beban bunga serta peningkatan pendapatan bunga dari pembiayaan yang disalurkan anak usaha, yaitu WOM Finance dan Maybank Finance, serta dari Maybank Sekuritas. Margin bunga bersih (NIM) meningkat 14 basis poin menjadi 4,4% pada 9M FY2026. Pendapatan nonbunga turun 8,5% Y-o-Y sehubungan dengan penurunan pendapatan trading Global Markets (GM), yang tercatat sebesar Rp97 miliar di tengah volatilitas pasar. Pendapatan dari aktivitas di luar GM, termasuk bancassurance, reksa dana, jasa advisory, dan kontribusi anak usaha, tumbuh 2,3% Y-o-Y menjadi Rp1,58 triliun, sehingga turut mengimbangi penurunan pendapatan GM.
Beban overhead tetap terkendali, dengan kenaikan sebesar 2,6% Y-o-Y menjadi Rp5,15 triliun. Beban pencadangan kerugian kredit menurun 10,2% Y-o-Y menjadi Rp749 miliar, sementara laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) tercatat sebesar Rp2,14 triliun.
Kinerja Triwulan Ketiga 2026 dibandingkan Triwulan Kedua 2026
Secara triwulanan (Q-o-Q), Maybank Indonesia mencatat peningkatan pendapatan bunga dan nonbunga pada 3Q 2026. Pendapatan nonbunga (NOII) tumbuh 19,6%, didukung peningkatan pendapatan trading Global Markets (GM) menjadi Rp96 miliar, sementara pendapatan bunga meningkat 6,0% dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan, pendapatan operasional meningkat 0,5% Q-o-Q.
Kredit dan Simpanan Nasabah
Pada September 2026, total kredit meningkat 6,8% Y-o-Y menjadi Rp128,39 triliun. Kredit Global Banking (GB) tumbuh 14,6% Y-o-Y menjadi Rp57,35 triliun, didorong utamanya oleh segmen Large Local Corporates (LLC) dan Commercial Banking yang masing-masing tumbuh 48,0% dan 20,6% Y-o-Y. Sebagai bagian dari jaringan perbankan regional Maybank Group, Maybank Indonesia terus memperkuat portofolio Global Banking melalui strategi perluasan peluang bisnis inbound, dengan memanfaatkan konektivitas lintas negara untuk mendukung pertumbuhan portofolio tersebut.
Sementara itu, kredit Community Financial Services (CFS) meningkat 1,2% Y-o-Y menjadi Rp71,03 triliun. Kredit CFS Non-Retail tercatat sebesar Rp22,39 triliun didukung kredit SME Banking yang tumbuh 9,6% Y-o-Y. Kredit CFS Retail meningkat 2,1% Y-o-Y menjadi Rp48,64 triliun, didukung pertumbuhan kredit otomotif sebesar 5,3% sejalan dengan pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua dan roda empat di pasar domestik. Segmen Kartu Kredit dan KTA juga tumbuh 11,0% Y-o-Y.
Giro dan tabungan (CASA) tumbuh 16,7% Y-o-Y menjadi Rp79,81 triliun pada September 2026, didukung pertumbuhan giro sebesar 21,1% dan tabungan sebesar 8,5%. Deposito berjangka turun 28,5% Y-o-Y sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan. Dengan demikian, total simpanan nasabah turun 4,9% Y-o-Y menjadi Rp124,59 triliun, namun rasio CASA menguat menjadi 64,1% dari 52,2% pada tahun sebelumnya.
Kualitas Aset dan Total Aset
Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio non-performing loans (NPL) yang membaik menjadi 2,1% (gross) dan 1,3% (net) pada September 2026, dibandingkan 2,4% (gross) dan 1,5% (net) pada September tahun lalu.
Total aset konsolidasian Maybank Indonesia tercatat sebesar Rp219,81 triliun pada September 2026, sementara total aset Bank secara individual mencapai Rp197,90 triliun, tumbuh 7,4% Y-o-Y.
Permodalan dan Likuiditas
Maybank Indonesia mempertahankan posisi permodalan yang kuat, dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 24,0% dan rasio Common Equity Tier 1 (CETI) sebesar 22,8% pada September 2026. Likuiditas tetap sehat, dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) Bank secara individual sebesar 88,4%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 170,0%, dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 110,8%.
Perbankan Syariah
Pembiayaan yang disalurkan melalui Perbankan Syariah Maybank Indonesia tumbuh 18,4% Y-o-Y menjadi Rp32,46 triliun pada September 2026, didukung pertumbuhan pembiayaan segmen GB dan CFS yang kuat.
Pembiayaan GB Syariah tumbuh 28,0% Y-o-Y, didorong pertumbuhan pembiayaan korporasi sebesar 43,4% pada segmen FIG dan LLC, sementara pembiayaan Commercial Banking meningkat 1,4% Y-o-Y. Pembiayaan CFS Syariah tumbuh 12,4% Y-o-Y, didukung pertumbuhan pembiayaan SME Banking sebesar 18,6% dan pembiayaan ritel sebesar 8,4%. Pembiayaan kepemilikan properti juga tumbuh 8,5% Y-o-Y. Porsi pembiayaan Syariah terhadap total pembiayaan Bank secara individual mencapai 29,2% per September 2026, meningkat 80 basis poin Y-o-Y.
CASA Perbankan Syariah tumbuh 12,6% Y-o-Y menjadi Rp25,58 triliun, didukung peningkatan giro sebesar 22,1% dan tabungan sebesar 2,7%. Deposito berjangka menurun 23,6% Y-o-Y, sehingga total simpanan nasabah turun 1,0% menjadi Rp36,13 triliun. Rasio CASA menguat menjadi 70,8% pada September 2026 dari 62,2% pada tahun sebelumnya, mencerminkan komposisi pendanaan yang membaik.
Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan, dengan rasio non-performing financing (NPF) tercatat sebesar 2,3% (gross) dan 1,5% (net) pada September 2026, dibandingkan 2,6% (gross) dan 1,8% (net) pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Gross operating income Perbankan Syariah tumbuh 3,3% Y-o-Y didukung peningkatan pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar 2,6% dan pendapatan berbasis fee yang meningkat 6,9%. Beban operasional menurun 2,7% Y-o-Y, didukung pengelolaan biaya yang disiplin. Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) meningkat 9,7% Y-o-Y, dan laba sebelum pajak (PBT) tumbuh 29,4% Y-o-Y menjadi Rp668 miliar.
Kinerja Anak Usaha
Anak usaha Maybank Indonesia mencatat pertumbuhan laba pada bisnis pembiayaan otomotif dan perantara perdagangan efek selama sembilan bulan 2026. PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) membukukan PBT sebesar Rp573 miliar, naik 32,9% Y-o-Y, sementara total pembiayaan tumbuh 16,4% Y-o-Y menjadi Rp8,64 triliun pada September 2026. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatat PBT sebesar Rp219 miliar, tumbuh 70,5% Y-o-Y, sementara total pembiayaan WOM meningkat 4,0% Y-o-Y menjadi Rp6,78 triliun. Pada bisnis perantara perdagangan efek, PT Maybank Sekuritas Indonesia (Maybank Sekuritas), yang termasuk dalam jajaran lima perusahaan sekuritas teratas di Indonesia berdasarkan pangsa pasar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tersebut, mencatat PBT sebesar Rp223 miliar, meningkat 45,1% Y-o-Y.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyampaikan, kinerja Maybank Indonesia mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan bisnis inti perbankan, didukung oleh kredit yang tumbuh di berbagai segmen dan komposisi pendanaan yang membaik di tengah tekanan pasar yang masih berlanjut.
"Setelah menyelesaikan transformasi kami menjadi grup keuangan terintegrasi pada Agustus tahun ini, prioritas kami selanjutnya mencakup penguatan kolaborasi antarentitas dengan memanfaatkan beragam solusi dan kapabilitas yang dimiliki Maybank Indonesia untuk melayani kebutuhan keuangan nasabah dengan lebih komprehensif. Selain itu, kami akan terus fokus untuk memperkuat fundamental dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan."
Presiden Komisaris Maybank Indonesia Dato' Zulkiflee Abbas Abdul Hamid menyampaikan, pertumbuhan kredit Maybank Indonesia yang berkelanjutan turut mendukung kinerja bisnis Bank, sekaligus mencerminkan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar utama Maybank Group.
"Indonesia memiliki peran penting dalam strategi regional Maybank Group. Pasar Indonesia menawarkan berbagai peluang untuk memperluas kehadiran kami sekaligus memperkuat regional connectivity. Kami akan terus mendukung Maybank Indonesia dalam meningkatkan kinerja bisnis di seluruh entitasnya dengan memanfaatkan keahlian dan kapabilitas Maybank Group, sejalan dengan strategi ROAR30."
Penghargaan
Pada triwulan ketiga 2026, Maybank Indonesia menerima sejumlah penghargaan industri, termasuk Sustainability Initiative of the Year pada Asian Banking & Finance Retail Banking Awards 2026 berdasarkan kinerja FY2025. Selain itu, Maybank Indonesia juga menerima berbagai penghargaan di bidang perbankan syariah dan tata kelola perusahaan dari media publikasi terkemuka di Indonesia.
******
Tentang Maybank Indonesia
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank Indonesia"), bersama anak usaha yang dikonsolidasikan, merupakan salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia dan bagian dari Maybank Group yang memiliki jaringan regional dan global. Saham Bank tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BNII.
Sebagai grup keuangan terintegrasi, Maybank Indonesia menyediakan beragam solusi dan layanan keuangan yang komprehensif untuk berbagai segmen nasabah. Layanan tersebut mencakup perbankan korporasi hingga ritel, pembiayaan melalui WOM Finance dan Maybank Finance, layanan pasar modal melalui Maybank Sekuritas, pengelolaan aset melalui Maybank Asset Management, serta solusi asuransi melalui Etiqa Indonesia.
Pada September 2026, Maybank Indonesia mengoperasikan 266 kantor cabang, termasuk 20 kantor cabang syariah dan satu kantor cabang di Mumbai, India, serta 20 kantor cabang pembantu keliling dan 628 ATM (termasuk 26 Cash Recycling Machine/CRM). Jaringan ATM tersebut terhubung dengan jaringan PRIMA, ATM BERSAMA, ALTO, dan CIRRUS, serta jaringan ATM Maybank di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Bank juga menyediakan layanan digital melalui M2U (aplikasi dan web) untuk nasabah individu, M2E untuk nasabah korporasi, dan berbagai kanal digital lainnya.
Pada 30 September 2026, Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp124,59 triliun dan total aset konsolidasian sebesar Rp219,81 triliun, sementara total aset Bank secara individual tercatat sebesar Rp197,90 triliun.
Untuk informasi lebih lanjut:
Bayu Irawan
Head, Corporate Communications
Email: ccommunications@maybank.co.id
Tel: +6221 2922-8888