Berapa Idealnya Dana Darurat yang Dibutuhkan? Mulai Siapkan dengan Fitur 360 Digital Wealth di M2U ID App

16 Oktober 2026

persiapan dana darurat

Dana darurat menjadi salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan. Namun, mengetahui bahwa dana darurat diperlukan belum tentu membuat seseorang memahami berapa nominal yang ideal untuk disiapkan.

Kebutuhan setiap orang berbeda. Lajang, pasangan yang sudah menikah, hingga keluarga dengan anak memiliki kondisi dan kebutuhan finansial yang tidak sama. Begitu pula dengan pekerja yang memiliki penghasilan tetap dan mereka yang penghasilannya dapat berubah setiap bulan.

Menentukan dana darurat sebaiknya tidak hanya berfokus pada nominal, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keuangan secara keseluruhan. Dengan target yang jelas, proses mengumpulkan dana darurat dapat dilakukan secara bertahap, konsisten, dan lebih terencana.

Apa Itu Dana Darurat?

Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk menghadapi kebutuhan finansial yang muncul secara tidak terduga dan membutuhkan pengeluaran di luar rencana. Contohnya antara lain biaya kesehatan, perbaikan kendaraan, perbaikan rumah yang mendesak, kehilangan pekerjaan, atau kondisi lain yang menyebabkan penghasilan terganggu.

Karena digunakan untuk menghadapi situasi yang tidak dapat diprediksi, dana darurat sebaiknya tidak disamakan dengan tabungan untuk tujuan yang sudah direncanakan, seperti liburan, membeli kendaraan, atau kebutuhan konsumtif lainnya.

Mengapa Dana Darurat Penting?

Kondisi keuangan dapat berubah sewaktu-waktu. Pengeluaran yang tidak direncanakan atau berkurangnya penghasilan dapat mempengaruhi kemampuan memenuhi kebutuhan rutin. Tanpa dana cadangan, kebutuhan tersebut berpotensi membuat seseorang mengambil dana dari pos keuangan lain, menggunakan kartu kredit, atau bahkan mengajukan pinjaman.

Sebaliknya, dana darurat dapat memberikan cadangan ketika kondisi tidak berjalan sesuai rencana. Dengan adanya dana yang telah dipersiapkan sebelumnya, kebutuhan mendesak dapat ditangani tanpa harus langsung mengganggu alokasi keuangan untuk kebutuhan lainnya. Inilah alasan mengapa dana darurat perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan, terutama sebelum mengalokasikan dana untuk berbagai tujuan finansial lainnya.

Berapa Dana Darurat yang Dibutuhkan?

Tidak ada nominal tunggal yang dapat disebut sebagai dana darurat ideal untuk semua orang. Salah satu acuan yang dapat digunakan adalah menghitung jumlah pengeluaran bulanan, kemudian menyesuaikannya dengan status dan jumlah tanggungan.

Secara umum, kebutuhan dana darurat dapat menggunakan acuan berikut:

Kondisi

Batas Ideal Dana Darurat

Lajang

3-6 kali pengeluaran bulanan

Menikah

6-9 kali pengeluaran bulanan

Keluarga dengan anak atau tanggungan

9-12 kali pengeluaran bulanan

Angka tersebut dapat menjadi titik awal untuk menentukan target. Kondisi setiap orang tetap perlu dipertimbangkan sebelum menetapkan nominal akhir.

Contoh Perhitungan Dana Darurat

Misalnya, seseorang yang masih lajang memiliki kebutuhan pengeluaran rutin sebesar Rp5 juta per bulan. Jika menggunakan batas ideal enam kali pengeluaran bulanan, maka:

Rp5 juta × 6 = Rp 30 juta.

Target dana darurat yang perlu disiapkan adalah sekitar Rp 30 juta.

Contoh lainnya, sebuah keluarga memiliki pengeluaran rutin Rp10 juta per bulan. Jika menggunakan target sembilan kali pengeluaran bulanan:

Rp10 juta × 9 = Rp 90 juta.

Maka target dana darurat keluarga tersebut adalah sekitar Rp 90 juta.

Perhitungan ini dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai nominal dana darurat yang perlu dikumpulkan.

Apa Saja yang Memengaruhi Besarnya Dana Darurat?

Selain status lajang, menikah, atau memiliki keluarga, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi besarnya dana darurat yang perlu disiapkan:

  1. Jumlah Pengeluaran Bulanan

    Semakin besar kebutuhan rutin setiap bulan, semakin besar pula dana yang perlu disiapkan untuk memberikan perlindungan selama beberapa bulan.

    Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengetahui berapa pengeluaran yang benar-benar dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan utama setiap bulan.

  2. Stabilitas Penghasilan

    Sumber dan kestabilan penghasilan juga perlu diperhatikan. Orang dengan penghasilan tetap mungkin memiliki kebutuhan dana darurat yang berbeda dengan seseorang yang penghasilannya tidak selalu sama setiap bulan.

    Jika penghasilan memiliki tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi, memiliki dana cadangan yang lebih besar dapat menjadi pertimbangan.

  3. Jumlah Tanggungan

    Jumlah orang yang bergantung pada penghasilan juga berpengaruh terhadap kebutuhan dana darurat.

    Seseorang yang masih lajang mungkin hanya perlu mempertimbangkan kebutuhan dirinya sendiri. Setelah menikah atau memiliki anak, kebutuhan rumah tangga yang perlu dipenuhi juga bertambah.

  4. Kewajiban Keuangan

    Cicilan dan kewajiban rutin lainnya juga perlu diperhitungkan. Dana darurat idealnya dapat membantu menjaga kemampuan memenuhi kewajiban tersebut ketika terjadi kondisi yang mengganggu penghasilan.

  5. Kondisi Keuangan Secara Keseluruhan

    Tabungan, investasi, asuransi, utang, dan sumber penghasilan lainnya dapat menjadi bagian dari pertimbangan ketika menentukan target dana darurat.

    Dengan mempertimbangkan seluruh kondisi tersebut, target yang ditetapkan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Di Mana Sebaiknya Menyimpan Dana Darurat?

Selain menentukan nominal, penting untuk mempertimbangkan tempat menyimpan dana darurat. Dana ini perlu tersedia ketika dibutuhkan sehingga instrumen penyimpanannya sebaiknya mempertimbangkan aspek keamanan, kemudahan akses, serta kesesuaiannya dengan tujuan keuangan.

Dana darurat juga sebaiknya dipisahkan dari rekening yang digunakan untuk transaksi sehari-hari. Pemisahan ini dapat membantu mengurangi kemungkinan dana tersebut terpakai untuk kebutuhan yang sebenarnya sudah direncanakan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menyiapkan Dana Darurat

Memiliki target dana darurat belum cukup jika tidak diikuti dengan pengelolaan yang tepat. Beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Menentukan nominal tanpa menghitung kebutuhan.

    Mengikuti nominal orang lain belum tentu sesuai dengan kondisi keuangan sendiri. Target sebaiknya disesuaikan dengan pengeluaran, penghasilan, dan jumlah tanggungan.

  2. Tidak memiliki target yang jelas.

    Menabung tanpa mengetahui nominal yang ingin dicapai dapat membuat proses pengumpulan dana menjadi kurang terarah.

  3. Menggunakan dana darurat untuk kebutuhan yang sudah direncanakan.

    Dana darurat sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan tidak terduga.

  4. Mencampurkan dana darurat dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

    Dana yang tercampur dapat lebih mudah digunakan untuk transaksi rutin atau kebutuhan konsumtif.

  5. Tidak mengisi kembali dana yang telah digunakan.

    Jika dana darurat terpakai, jumlahnya perlu dikembalikan secara bertahap agar perlindungan finansial tetap tersedia.

Bagaimana Tips Membangun Dana Darurat Secara Bertahap?

Nominal dana darurat yang besar dapat terasa berat jika harus dikumpulkan sekaligus. Karena itu, membangunnya secara bertahap dapat menjadi pilihan yang lebih realistis. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Hitung pengeluaran bulanan untuk mengetahui kebutuhan utama.
  2. Tentukan target dana darurat berdasarkan kondisi dan jumlah tanggungan.
  3. Tetapkan jangka waktu untuk mencapai target.
  4. Hitung kebutuhan setoran secara berkala sesuai kemampuan keuangan.
  5. Pisahkan dana darurat dari rekening transaksi sehari-hari.
  6. Lakukan penyetoran secara konsisten setiap bulan.
  7. Manfaatkan autodebet agar proses pengumpulan dana berjalan lebih teratur.
  8. Evaluasi target secara berkala ketika kondisi penghasilan, pengeluaran, atau jumlah tanggungan berubah.

Sebagai contoh, jika target dana darurat adalah Rp30 juta dan ingin dicapai dalam 24 bulan, kebutuhan setoran rata-rata adalah:

Rp30 juta ÷ 24 bulan = Rp1,25 juta per bulan

Perhitungan sederhana ini membantu mengubah target yang besar menjadi nominal yang lebih terukur untuk disiapkan setiap bulan.

Wujudkan Dana Darurat Lebih Optimal dengan Fitur 360 Digital Wealth di M2U ID App

Setelah mengetahui nominal yang dibutuhkan, tantangan berikutnya adalah mengumpulkan dana darurat secara konsisten dan terencana. Maybank menghadirkan fitur 360 Digital Wealth untuk Atur Rencana Keuangan di M2U ID App (mobile banking) sebagai solusi praktis untuk membantu mewujudkan goals keuangan, termasuk target dana darurat.

Melalui mekanisme investasi autodebet, Anda dapat mengalokasikan sejumlah dana secara berkala sesuai rencana yang telah dibuat. Pendekatan ini membantu membangun kebiasaan mengumpulkan dana secara konsisten dan terarah. Fitur ini memiliki beberapa kemudahan yang tersedia antara lain:

  1. Bebas Tentukan Goals

    Anda dapat menentukan sendiri target dana darurat yang ingin dicapai. Dengan demikian, nominal goals dapat disesuaikan dengan hasil perhitungan dan kondisi keuangan masing-masing.

  2. Simulasi & Perhitungan Otomatis

    Setelah menentukan target, Anda dapat memperoleh estimasi nominal setoran dan jangka waktu yang dibutuhkan secara langsung. Informasi tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai rencana yang perlu dilakukan untuk mencapai goals.

  3. Rekomendasi Produk Sesuai Profil Risiko

    Sistem memberikan saran instrumen investasi/tabungan yang paling pas dengan goals dan karakter risiko nasabah. Dengan begitu, pilihan produk dapat dipertimbangkan berdasarkan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.

  4. Pilihan Produk Investasi yang Beragam

    Anda dapat memilih beragam opsi produk investasi sesuai preferensi pribadi untuk mengamankan dana darurat.

Dengan fitur tersebut, proses mempersiapkan dana darurat dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih terencana, mulai dari menentukan target hingga mengalokasikan dana secara berkala.

Mulai Siapkan Dana Darurat Sesuai Kondisi Keuangan

Dana darurat tidak memiliki satu nominal yang berlaku bagi semua orang. Kebutuhannya sangat personal, dan bergantung pada status pernikahan, jumlah tanggungan, hingga stabilitas penghasilan.

Untuk membantu Anda membangun cadangan finansial yang kuat, manfaatkan fitur Atur Rencana Keuangan pada 360 Digital Wealth di M2U ID App. Mulai dari menentukan goals, memperoleh simulasi perhitungan, hingga memilih produk investasi autodebet yang sesuai dengan profil risiko Anda, semua dapat dilakukan dengan mudah dalam satu aplikasi.

Fitur 360 Digital Wealth - Atur Rencana Keuangan

Klik di sini

Download M2U ID

Klik di sini