13 Juli 2026

Domestik

Sepekan terakhir IHSG mengalami penguatan sebesar 0,83% didorong oleh sektor infrastruktur yang menyumbang -2,11% terhadap indeks. Investor asing malah melakukan aksi jual sebesar Rp3,19 triliun dalam sepekan terakhir di pasar reguler. Menunjukkan kurangnya kepercayaan Investor asing terhadap pasar domestik.

Sentimen pasar global kembali diwarnai meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah serangan terhadap sejumlah kapal tanker komersial memicu aksi militer baru dari AS. Pemerintah AS juga mencabut izin sementara ekspor minyak Iran, sementara Iran menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata. Kondisi tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kehati-hatian Investor. Namun, reaksi pasar relatif lebih terbatas dibandingkan fase awal konflik karena aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih terus berlangsung dan pasokan energi belum mengalami gangguan besar.

Pasar kini lebih berfokus pada dampak nyata terhadap distribusi minyak dan LNG dibandingkan sekadar perkembangan geopolitik. Risiko baru akan meningkat apabila Selat Hormuz mengalami penutupan total atau infrastruktur energi kembali menjadi sasaran serangan. Di sisi lain, risalah rapat FOMC menunjukkan bahwa para pejabat The Fed masih terpecah mengenai arah kebijakan selanjutnya. Pelemahan pasar tenaga kerja mengurangi urgensi kenaikan suku bunga, namun inflasi yang masih tinggi akibat kenaikan harga energi membuat peluang pengetatan kebijakan tetap terbuka.

Cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi USD145,6 miliar, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi. Kenaikan ini memberikan ruang yang lebih besar bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan meredam tekanan dari volatilitas eksternal.

Amerika

Sentimen pasar global kembali diwarnai meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah serangan terhadap sejumlah kapal tanker komersial memicu aksi militer baru dari AS. Pemerintah AS juga mencabut izin sementara ekspor minyak Iran, sementara Iran menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata. Kondisi tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kehati-hatian Investor. Namun, reaksi pasar relatif lebih terbatas dibandingkan fase awal konflik karena aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih terus berlangsung dan pasokan energi belum mengalami gangguan besar.

Pasar kini lebih berfokus pada dampak nyata terhadap distribusi minyak dan LNG dibandingkan sekadar perkembangan geopolitik. Risiko baru akan meningkat apabila Selat Hormuz mengalami penutupan total atau infrastruktur energi kembali menjadi sasaran serangan. Di sisi lain, risalah rapat FOMC menunjukkan bahwa para pejabat The Fed masih terpecah mengenai arah kebijakan selanjutnya. Pelemahan pasar tenaga kerja mengurangi urgensi kenaikan suku bunga, namun inflasi yang masih tinggi akibat kenaikan harga energi membuat peluang pengetatan kebijakan tetap terbuka.

Aktivitas sektor jasa Amerika Serikat masih berada di zona ekspansi, meskipun sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan ekonomi masih bertumbuh dengan laju yang sehat, namun momentum mulai berkurang. Di Kanada, indeks Ivey PMI berada di bawah ekspektasi, mengindikasikan aktivitas bisnis mulai melambat meskipun masih berada di wilayah ekspansif. Di sisi lain, surplus neraca perdagangan Kanada meningkat lebih besar dari perkiraan sehingga memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Asia Pasifik

Inflasi Tiongkok kembali melambat dan berada di bawah ekspektasi, menunjukkan bahwa permintaan domestik masih lemah dan daya beli konsumen belum pulih sepenuhnya. Di sisi lain, inflasi produsen (PPI) tetap tinggi sesuai perkiraan, menandakan tekanan biaya di tingkat produsen masih bertahan. Jepang mencatat surplus transaksi berjalan yang lebih rendah dari ekspektasi, mengindikasikan kontribusi sektor eksternal mulai melemah.

Sumber : Refinitiv

Data Makro

  Data Makro Sekarang Sebelumnya
PDB ID 5,61% 5,39%
Inflasi ID 3,34% 3,08%
Suku Bunga ID 5,25% 4,75%
Pengangguran ID 4,85% 4,76%
Neraca Dagang ID $-1,61 Bio $0,09 Bio

 

Kalender Ekonomi

 

Minggu Ini
Tanggal Indikator Ekonomi Data Konsensus Data Sebelumnya
14 Juli CN – Trade Balance $121B $105.43B
US – Inflation m/m -0,1% 0,5%
US – Inflation y/y 3,9% 4,2%
US – Core Inflation m/m 0,3% 0,2%
US – Core Inflation y/y 2,9% 2,9%
15 Juli CN – Retail Sales y/y -0,1% -0,6%
CN – GDP Growth Rate y/y 4,4% 5,0%
CN – Unemployment Rate 5,1% 5,1%
16 Juli US – Retail Sales m/m 0,3% 0,9%
US – Retail Sales y/y 6,7% 6,9%

 

Minggu Sebelumnya
Tanggal Indikator Ekonomi Data Aktual Data Konsensus Data Sebelumnya
9 Juli CN – Inflation m/m -0,3% 0,0% -0,1%
CN – Inflation y/y 1,0% 1,2% 1,2%

Disclaimer on

Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.

PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)