Siaran pers Laporan Keuangan Semester Pertama 2026

 

Ikhtisar Kinerja Semester Pertama 2026 (Y-o-Y) 

  • PBT meningkat 21,8% menjadi Rp933 miliar.
  • PATAMI meningkat 21,2% menjadi Rp698 miliar.
  • Gross Operating Income meningkat 1,9% menjadi Rp4,64 triliun:
    • Pendapatan bunga bersih (NII) meningkat 3,9%.
    • Pendapatan non bunga (NOII) menurun 5,4% sehubungan dengan pendapatan Global Markets (GM) yang turun di tengah volatilitas pasar.
      • Penurunan tersebut telah diimbangi sebagian oleh peningkatan pendapatan fee sebesar 8,0% Y-o-Y, didorong utamanya oleh peningkatan pendapatan fee dari Wealth (39,0%), pembiayaan otomotif (27,5%), dan layanan perbankan ritel (54,3%).
  • Total kredit yang disalurkan tumbuh 3,8% menjadi Rp126,28 triliun:
    • Kredit Global Banking (GB) tumbuh 5,0% menjadi Rp54,98 triliun.
    • Kredit ritel dan non-ritel Community Financial Services (CFS) tumbuh 2,9% menjadi Rp71,30 triliun.
  • Simpanan nasabah tumbuh 8,2% menjadi Rp124,10 triliun, dengan CASA tumbuh 22,4%.
    • Rasio CASA meningkat menjadi 63,6%.
  • Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio NPL sebesar 2,1% (gross) dan 1,3% (net).
  • Posisi likuiditas tetap sehat, dengan LCR (Bank-saja) sebesar 138,2%, LDR (Bank-saja) sebesar 86,6%, dan NSFR (Bank-saja) sebesar 110,7%.
  • Posisi permodalan tetap kuat, dengan CAR sebesar 24,3% dan rasio CET1 sebesar 23,2%.
  • Perbankan Syariah:
    • PBT meningkat 55,1% menjadi Rp488 miliar.
    • Pembiayaan Syariah tumbuh 11,7% menjadi Rp32,96 triliun:
      • Pembiayaan Global Banking (GB) tumbuh 8,9%.
      • Pembiayaan ritel dan non-ritel Community Financial Services (CFS) tumbuh 14,0%.
    • Total pembiayaan Syariah berkontribusi sebesar 29,7% terhadap total kredit Bank (Bank-saja) pada Juni 2026.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Maybank Indonesia atau Bank) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026 (Semester Pertama 2026), dengan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax/PBT) meningkat 21,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Y-o-Y) menjadi Rp933 miliar. Peningkatan tersebut didukung oleh penurunan biaya dana sehubungan dengan optimalisasi komposisi pendanaan serta pengelolaan biaya yang berkelanjutan. Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Nonpengendali (Profit After Tax and Minority Interest/PATAMI) meningkat 21,2% Y-o-Y menjadi Rp698 miliar.

Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) meningkat 3,9% Y-o-Y, didukung oleh penurunan beban bunga. Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 4,3% pada semester pertama 2026. Pendapatan Non-Bunga (Non-Interest Income/NOII) menurun 5,4% Y-o-Y akibat penurunan pendapatan Global Markets (GM) yang terdampak oleh volatilitas pasar dan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan. Namun demikian, penurunan tersebut telah diimbangi sebagian oleh peningkatan pendapatan fee sebesar 8,0% Y-o-Y, didorong utamanya oleh peningkatan pendapatan fee dari Wealth (39,0%), pembiayaan otomotif (27,5%), dan layanan perbankan ritel (54,3%). Gross Operating Income (GOI) meningkat 1,9% Y-o-Y menjadi Rp4,64 triliun.

Beban operasional tetap terkelola dengan baik dan meningkat hanya sebesar 0,8% Y-o-Y sehubungan dengan upaya berkelanjutan Bank dalam mengoptimalkan biaya operasional. Laba operasional sebelum pencadangan meningkat 4,7% Y-o-Y menjadi Rp1,29 triliun, sementara beban pencadangan membaik sebesar 19,0% Y-o-Y.

Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,1% (gross) dan 1,3% (net) pada Juni 2026, dibandingkan dengan 2,4% (gross) dan 1,5% (net) pada Juni 2025.

Kinerja Triwulan Kedua 2026 dibandingkan Triwulan Pertama 2026

Gross Operating Income meningkat 9,1% didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 4,5% dan Pendapatan Non-Bunga (NOII) sebesar 29,6%. Beban operasional turun 2,7% seiring dengan pengelolaan biaya yang terus berlanjut dan memprioritaskan pengeluaran-pengeluaran guna mendukung kegiatan bisnis Bank.

Laba operasional sebelum pencadangan tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan peningkatan sebesar 47,1%, sehingga mendorong Laba Sebelum Pajak (PBT) naik 34,8% menjadi Rp536 miliar, sementara PATAMI meningkat 33,2% menjadi Rp398 miliar.

Kinerja Triwulan Kedua 2026 dibandingkan Triwulan Kedua 2025

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Gross Operating Income meningkat 9,9%, didukung pertumbuhan NII dan NOII. Meskipun beban pencadangan kerugian meningkat 7,8%, laba operasional sebelum pencadangan meningkat 51,6%, sehingga PBT pada triwulan kedua 2026 naik 106,2% menjadi Rp536 miliar dibandingkan triwulan kedua 2025.

Kredit dan Simpanan Nasabah

Kredit Global Banking (GB) Bank tumbuh 5,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp54,98 triliun, didorong oleh pertumbuhan yang kuat pada segmen GB Large Local Corporates (LLC) yang naik 18,0%, sementara kredit Business Banking tumbuh 24,3%.

Sementara, kredit ritel dan non-ritel yang dikelola melalui Community Financial Services (CFS) tumbuh 2,9% Y-o-Y menjadi Rp71,30 triliun. Kredit CFS non-ritel tumbuh 1,7% Y-o-Y, terutama didukung oleh peningkatan kredit Small and Medium Enterprise (SME+) sebesar 14,4% Y-o-Y. Kredit ritel CFS juga tumbuh 3,4% Y-o-Y, terutama didorong oleh pertumbuhan pembiayaan otomotif melalui anak perusahaan sebesar 6,5% Y-o-Y, seiring bergairahnya kembali pasar otomotif Indonesia sejak awal triwulan kedua. Lini bisnis kartu kredit dan KTA tumbuh 11,2% Y-o-Y.

Pada 30 Juni 2026, total kredit Bank tumbuh 3,8% Y-o-Y menjadi Rp126,28 triliun, sementara total aset tumbuh 15,6% Y-o-Y menjadi Rp213,81 triliun.

Simpanan nasabah tumbuh 8,2% Y-o-Y menjadi Rp124,10 triliun, didukung oleh pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 22,4% Y-o-Y sehingga semakin memperkuat komposisi pendanaan Bank. Giro tumbuh 32,1% Y-o-Y, sedangkan tabungan tumbuh 4,8% Y-o-Y. Di sisi lain, deposito berjangka menurun 10,1% Y-o-Y, sejalan dengan fokus Bank dalam mengoptimalkan komposisi pendanaan. Dengan demikian, rasio CASA meningkat menjadi 63,6% pada Juni 2026 dari 56,2% pada Juni 2025.

Pada semester pertama 2026, volume transaksi pada platform perbankan ritel M2U meningkat 20,8% Y-o-Y menjadi 17,5 juta transaksi, sementara saldo tabungan digital yang dibuka melalui platform tersebut tumbuh 23,2% Y-o-Y. Di sisi lain, volume transaksi pada platform perbankan korporasi M2E meningkat 5,6% Y-o-Y, dengan saldo giro meningkat 34,3% Y-o-Y menjadi Rp44,7 triliun.

Permodalan dan Likuiditas

Posisi permodalan Bank tetap kuat, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 24,3% dan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 23,2%.

Likuiditas Bank tetap sehat, dengan Loan-to-Deposit Ratio/LDR (Bank-saja) sebesar 86,6%. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio/LCR (Bank-saja) tercatat sebesar 138,2% dan Net Stable Funding Ratio/NSFR (Bank-saja) sebesar 110,7%.

Perbankan Syariah

Perbankan Syariah Maybank Indonesia membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax/PBT) sebesar Rp488 miliar, meningkat 55,1% Y-o-Y, didukung pertumbuhan pembiayaan Syariah serta optimalisasi komposisi pendanaan yang berkelanjutan. Sementara, pendapatan fee-based meningkat 20,0% Y-o-Y.

Pembiayaan Syariah tumbuh 11,7% Y-o-Y menjadi Rp32,96 triliun, didorong oleh pertumbuhan pembiayaan pada segmen Global Banking (GB) sebesar 8,9% Y-o-Y, terutama pada Financial Institutions Group (FIG) dan Large Local Corporates (LLC). Sementara itu, pembiayaan pada segmen Community Financial Services (CFS) tumbuh 14,0% Y-o-Y, didukung oleh pertumbuhan pembiayaan pada segmen ritel maupun non-ritel. Total pembiayaan Syariah berkontribusi sebesar 29,7% terhadap total kredit Bank (Bank-saja) pada Juni 2026.

Giro dan tabungan (CASA) Perbankan Syariah tumbuh 19,5% Y-o-Y, sementara deposito berjangka menurun 31,0% Y-o-Y, mencerminkan optimalisasi komposisi pendanaan yang berkelanjutan. Total simpanan nasabah Perbankan Syariah menurun sebesar 0,7% Y-o-Y, namun rasio CASA meningkat menjadi 72,2% pada Juni 2026 dari 60,0% pada Juni 2025.

Rasio Non-Performing Financing (NPF) membaik menjadi 2,2% (gross) dan 1,5% (net) pada Juni 2026, dibandingkan dengan 2,4% (gross) dan 1,6% (net) pada Juni 2025. Sementara itu, Financing-to-Deposit Ratio (FDR) tercatat sebesar 94,5% dibandingkan 85,5% pada Juni 2025.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan bahwa kinerja Maybank Indonesia pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026 mencerminkan pelaksanaan prioritas strategis Bank secara disiplin, ditopang oleh pertumbuhan portofolio pembiayaan yang berkelanjutan. Pada saat yang sama, Maybank Indonesia terus mengoptimalkan komposisi pendanaan sehingga biaya dana menurun, serta menerapkan pengelolaan biaya secara disiplin untuk membukukan kinerja yang solid di tengah volatilitas pasar yang masih berlanjut.

"Kinerja ini mencerminkan kekuatan bisnis inti perbankan kami serta pelaksanaan prioritas strategis secara disiplin di tengah kenaikan suku bunga dan ketidakpastian global yang masih membayangi pasar domestik. Ke depan, kami akan terus mengembangkan portofolio pembiayaan di segmen korporasi dan UKM sejalan dengan strategi ROAR30, dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang prudent serta menjaga kualitas aset yang sehat,"

Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato' Sri Khairussaleh Ramli, mengatakan kinerja Maybank Indonesia pada enam bulan pertama 2026 mencerminkan ketangguhan model bisnis serta kemampuan Bank dalam memanfaatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui strategi yang disiplin di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian ekonomi global.

"Maybank Indonesia berada pada posisi yang semakin kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik serta penerapan manajemen risiko dan pengelolaan kualitas aset yang prudent. Berpijak pada strategi ROAR30 dan integrasi entitas jasa keuangan Maybank di Indonesia, Maybank Indonesia siap menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi bagi nasabah serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan."

Penghargaan
Pada semester pertama 2026, Maybank Indonesia meraih penghargaan Indonesia's Best for Premier Banking pada ajang Euromoney Private Banking Awards 2026. Maybank Indonesia Finance dan WOM Finance juga meraih predikat "Very Good" pada ajang Infobank Multifinance Rating 2026. Maybank Indonesia turut meraih berbagai penghargaan di bidang layanan nasabah, perbankan digital, pengembangan sumber daya manusia, kepemimpinan, dan perbankan syariah.

Anak Usaha

PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance)

Pembiayaan Maybank Finance tumbuh 25,3% Y-o-Y menjadi Rp8,63 triliun seiring dengan meningkatnya preferensi masyarakat terhadap kendaraan listrik, di tengah harga bahan bakar yang meningkat.

PBT meningkat 40,0% Y-o-Y menjadi Rp394 miliar, didukung oleh penurunan beban pencadangan kerugian serta pendapatan investasi dari kepemilikan saham. Posisi NPL pada Juni 2026 dan Juni 2025 sebesar 0,3% (gross) dan 0,1% (net).

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance)

Total pembiayaan WOM Finance tumbuh 6,0% Y-o-Y menjadi Rp6,73 triliun didukung oleh membaiknya momentum pasar kendaraan roda dua di Indonesia.

PBT WOM meningkat 14,8% Y-o-Y menjadi Rp121 miliar. NPL membaik menjadi 2,5% (gross) dan 1,1% (net) pada Juni 2026, dibandingkan dengan 2,6% (gross) dan 1,2% (net) pada Juni 2025.

 

******

Catatan Editor

Maybank Indonesia merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memiliki jaringan regional maupun internasional Grup Maybank. Maybank Indonesia menyediakan serangkaian produk dan jasa komprehensif bagi nasabah individu maupun korporasi melalui layanan Community Financial Services (Perbankan Ritel dan Nonritel) dan Perbankan Global, serta pembiayaan otomotif melalui entitas anak yaitu WOM Finance untuk kendaraan roda dua dan Maybank Finance untuk kendaraan roda empat. Maybank Indonesia juga terus mengembangkan layanan dan kapasitas Digital Banking melalui M2U (App dan Web), M2E untuk nasabah korporasi dan berbagai saluran lainnya.

Pada Juni 2026, Maybank Indonesia memiliki 266 cabang termasuk 20 cabang Syariah dan satu cabang Mumbai, India; 20 KCP Mobile dan 634 ATM (termasuk 26 Cash Recycle Machines/CRM) yang terkoneksi dalam jaringan ATM PRIMA, ATM BERSAMA, ALTO, CIRRUS, dan terhubung dengan ATM Maybank di Singapura, Malaysia dan Brunei. Maybank Indonesia mengelola simpanan nasabah sebesar Rp124,10 triliun dan memiliki total aset senilai Rp213,81 triliun pada Juni 2026.

 

Untuk informasi lebih lanjut:

Bayu Irawan

Head, Corporate Communications
Email: ccommunications@maybank.co.id
Telp: +6221 2922-888