17 November 2025
Sepekan terakhir IHSG mengalami pelemahan sebesar -0,29% didorong oleh sektor kesehatan dan sektor keuangan yang masing-masing menyumbang -1,61% dan -1,12% terhadap indeks. Investor asing juga melakukan aksi beli sebesar Rp600,82 miliar dalam sepekan terakhir.
Indeks keyakinan konsumen naik ke level tertinggi sejak April, dengan peningkatan pada seluruh enam sub-indeks utama. Selain itu, penjualan ritel tumbuh di atas ekspektasi dan mencatat ekspansi selama lima bulan berturut-turut. Hal ini menandakan perbaikan momentum konsumsi domestik, yang menjadi pilar utama pertumbuhan Indonesia.
Di sisi domestik, Indeks saham Indonesia menunjukkan tanda-tanda titik balik setelah musim laporan keuangan 3Q25 yang menunjukkan penurunan laba lebih kecil dibanding kuartal sebelumnya. Pemulihan pada segmen konsumer tertentu dapat terlihat, dengan prospek 2026 yang membaik berkat dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang tetap pro-pertumbuhan dan langkah terbaru untuk menambah likuiditas.
Pemerintah AS resmi dibuka kembali setelah mengalami shutdown selama 43 hari yang menjadi paling lama dalam sejarah. Operasional federal kembali berjalan, walaupun sejumlah isu utama antara Partai Republik dan Demokrat belum terselesaikan dan tenggat baru hanya diperpanjang hingga Januari.
Kembalinya pemerintah membuka jalan bagi rilis data ekonomi yang tertunda, meski terdapat risiko sebagian data tidak lengkap menjelang pertemuan FOMC Desember. Pasar menyambut positif berakhirnya shutdown karena potensi kerugian ekonomi yang besar, diperkirakan mencapai USD10–15 miliar selama enam minggu penutupan.
USD melemah dan yield UST tetap relatif tinggi, sementara sentimen pasar masih defensif karena beberapa pejabat The Fed menyampaikan ketidakpastian terkait keputusan kebijakan berikutnya. Nada yang sama juga terlihat dari pernyataan Fed Chair Powell yang kembali menegaskan bahwa keputusan The Fed akan tetap bergantung pada data yang justru terhambat selama shutdown.
Seiring rilis “proxy data” yang bercampur dan tidak memberikan sinyal jelas, pasar kini melihat probabilitas di bawah 50% untuk pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember. Meskipun demikian, jalur penurunan suku bunga dalam jangka menengah tetap tidak berubah, dengan ekspektasi pasar bahwa suku bunga The Fed akan mencapai titik terendah pada kuartal I 2027, dan masih terdapat sekitar tiga pemangkasan lagi hingga memasuki periode tersebut (terminal rate diperkirakan di 3–3,25%).
Secara keseluruhan, volatilitas masih tinggi dalam jangka pendek seiring ketidakpastian pada siklus global easing, valuasi AI yang mulai diragukan, serta keterlambatan rilis data makro AS.
.
Produksi industri Tiongkok tetap tumbuh tetapi mengalami perlambatan berkelanjutan, dan kembali berada di bawah ekspektasi menjadi pertumbuhan paling lemah sejak Agustus 2024. Di sisi lain, penjualan ritel sedikit melampaui perkiraan, meskipun tetap di level terendah sejak Agustus 2024. Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa tantangan pada permintaan domestik masih berlanjut.
Sumber : Refinitiv
Data Makro
| Data Makro | Sekarang | Sebelumnya |
|---|---|---|
| PDB ID | 5,04% | 5,12% |
| Inflasi ID | 2,86% | 2,65% |
| Suku Bunga ID | 4,75% | 4,75% |
| Pengangguran ID | 4,76% | 4,91% |
| Neraca Dagang ID | $4,34 Bio | $5,49 Bio |
Kalender Ekonomi
|
Minggu Ini |
||||
|---|---|---|---|---|
|
Tanggal |
Indikator Ekonomi |
Data Aktual |
Data Konsensus |
|
| 19 Nov | ID – Interest Rate | 4,5% | 4,75% | |
| EU – Inflation Rate m/m | 0,2% | 0,1% | ||
| EU – Inflation Rate y/y | 2,1% | 2,2% | ||
| EU – Core Inflation Rate y/y | 2,4% | 2,4% | ||
| 20 Nov | CN – Interest Rate | 3,5% | 3,5% | |
| US – Initial Jobless Claim | 254k | 218k | ||
| 21 Nov | JP – Inflation Rate m/m | -0,1% | 0,1% | |
| JP – Inflation Rate y/y | 3,1% | 2,9% | ||
| JP – Core Inflation y/y | 2,9% | 3% | ||
| ID – Current Account | $0,8 Bio | $-3,0 Bio | ||
|
Minggu Sebelumnya |
||||
|---|---|---|---|---|
|
Tanggal |
Indikator Ekonomi |
Data Aktual |
Data Konsensus |
Data Sebelumnya |
| 14 Nov | CN – Retail Sales y/y | 2,9% | 2,7% | 3% |
| CN – Unemployment Rate | 5,1% | 5,2% | 5,2% | |
Produk Fokus
| PROFIL RISIKO | ASSET CLASS | PRODUK INVESTASI | KINERJA* | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| DENOMINASI USD | 1 tahun | 1 bulan | 3 bulan | 6 bulan | YTD | ||
| Low To Medium | Fixed Income | Ashmore Dana USD Nusantara | 1,85% | 3,78% | 4,62% | 4,42% | 2,22% |
| Fixed Income | BNP Paribas Prima USD Kelas RK1 | 1,06% | 2,22% | 4,09% | 6,86% | 5,17% | |
| Fixed Income | BRI Melati Premium Dollar | 0,99% | 2,56% | 4,97% | 7,49% | 4,54% | |
| Fixed Income | Manulife USD Fixed Income Kelas A | 0,59% | 1,67% | 3,39% | 6,36% | 5,18% | |
| Fixed Income | Schroder USD Bond Class A | 0,60% | 1,77% | 3,50% | 6,56% | 5,12% | |
| Medium to High | Develop Market Equity | Allianz High Dividend Global Sharia Equity Dollar | 2,64% | 7,85% | 21,69% | 10,37% | 9,27% |
| Technology Equity | Batavia Technology Sharia Equity | 6,07% | 9,86% | 35,15% | 16,38% | 18,01% | |
| China Equity | BNP Paribas Greater China Equity Syariah USD RK1 | 0,04% | 12,84% | 26,22% | 31,55% | 28,26% | |
| Develop Market Equity | Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS | 13,75% | 20,28% | 35,72% | 30,72% | 24,02% | |
| China Equity | Eastspring Syariah Greater China Equity USD A | 1,26% | 14,55% | 33,68% | 26,87% | 22,68% | |
Produk Fokus
| PROFIL RISIKO | ASSET CLASS | PRODUK INVESTASI | KINERJA* | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| DENOMINASI RUPIAH | 1 tahun | 1 bulan | 3 bulan | 6 bulan | YTD | ||
| Low To Medium | Fixed Income | Ashmore Dana Obligasi Unggulan Nusantara | 0,03% | 1,56% | 2,97% | 4,53% | 3,28% |
| Fixed Income | Batavia Dana Obligasi Ultima | 0,49% | 1,50% | 2,90% | 4,10% | 3,41% | |
| Fixed Income | BNP Paribas Prima II Kelas RK1 | 1,91% | 3,45% | 6,05% | 8,89% | 8,63% | |
| Fixed Income | Maybank Dana Obligasi Negara | 1,98% | 2,83% | 4,36% | 5,20% | 4,20% | |
| Fixed Income | Manulife Obligasi Unggulan Kelas A | 0,26% | 1,08% | 1,78% | 2,46% | 1,39% | |
| Medium To High | Index Fund | Allianz SRI-KEHATI Index | 6,08% | 7,32% | 9,87% | 6,28% | -3,29% |
| All Cap Equity | Batavia Dana Saham Optimal | 7,27% | 6,79% | 8,56% | 1,34% | -4,09% | |
| Big Cap Equity | BNP Paribas Pesona Syariah | 5,94% | 6,00% | 15,61% | 8,72% | 2,54% | |
| SMC | BRI Mawar Fokus 10 | 3,95% | 4,11% | 22,18% | 9,80% | -1,15% | |
| All Cap Equity | Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A | 5,65% | 7,64% | 12,19% | 3,02% | -3,77% | |
| Index Equity | Maybank Financial Infobank15 Index Kelas N | 5,61% | 3,18% | -1,19% | -4,90% | -16,04% | |
| Big Cap Equity | Maybank Dana Ekuitas | 5,54% | 5,49% | 5,93% | -5,89% | -11,43% | |
| Index | Index Harga Saham Gabungan | 1,53% | 8,40% | 20,94% | 15,60% | 8,11% | |
*= NAV 31 Oktober 2025
Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.
PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)