Weekly Market Update


PASAR GLOBAL

Amerika

Berdasarkan testimonial pimpinan The Fed, Janet Yellen mengatakan bahwa perekonomian AS tumbuh dalam fase yang moderat dengan posisi pasar tenaga kerja, belanja konsumen dan investasi bisnis telah berada dalam kondisi pemulihan. Namun inflasi yang cenderung mengalami pelemahan membuat Bank Sentral Amerika Serikat lebih berhati-hati dalam melakukan pengetatan moneter. Program normalisasi neraca senilai USD 4,5 Triliun akan dilakukan secara bertahap dimulai pada akhir tahun 2017.

Zona Eropa

Bank Sentral Eropa diprediksi akan memberikan sinyal di bulan September 2017 bahwa program pembelian obligasi senilai EUR 2,3 Triliun akan diturunkan mulai tahun depan pada 2018.

Zona Asia

Neraca perdagangan bulan Juni 2017 akan dirilis pada 17 Juli 2017 (surplus diprediksi menyentuh level USD 605 Juta vs USD 474 Juta di bulan Mei 2017). Bank Indonesia memperkirakan ekonomi di semester dua pada 2017 dapat tumbuh sebesar 5,3% sehingga sepanjang tahun 2017 ekonomi dapat tumbuh 5% - 5,4%. Isu reshuffle kabinet kembali menguat, Presiden Jokowi menekankan bahwa reshuffle tidak akan dilakukan di minggu ini.


PANDANGAN PASAR

IHSG ditutup naik 0,3% ke level 5.832 di tengah minimnya katalis. Pasar masih menunggu dirilisnya laporan keuangan kuartal II di mana sementara ini hanya BNI yang sudah merilis. Asing melakukan penjualan bersih sebesar USD 222 Juta (YTD: USD 946 Juta). Untuk obligasi, yield SUN benchmark 10 tahun ditutup turun ke level 6,94%. Untuk INDON 10 tahun, yield bergerak flat di level 3,82% begitupun dengan yield US Treasury 10 tahun flat ke level 2,37% (dibandingkan dengan posisi per 7 Juli 2017 yaitu 3,88% dan 2,38%). Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun turun ke level 116bps. Rupiah ditutup flat pada level Rp13.339,-/USD.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per 12 Juli 2017 tercatat sebesar Rp 756,24 Triliun atau sebesar 38,8% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per 7 Juli 2017 yaitu sebesar Rp 763,2 Triliun (39,1% dari total outstanding-nya). Pasar akan mencermati laporan keuangan kuartal II yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Tetaplah berinvestasi!

DISCLAIMER:
Semua informasi, disajikan sebagai informasi dan tidak diartikan sebagai tawaran atau ajakan untuk menjual, membeli atau memesan efek dan/atau instrumen keuangan lainnya. Nasabah diharap melakukan penilaian sendiri secara independen atas informasi yang terdapat dalam materi riset ini, dengan mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi dan kebutuhan keuangan masing-masing. Nasabah harap berkonsultasi dengan profesional dalam hal hukum, bisnis, keuangan dan implikasi lainnya sebelum melakukan transaksi-transaksi sebagaimana termaktub dalam materi riset ini.

 

Copyright © PT Bank Maybank Indonesia Tbk 2015.