Weekly Market Update


PASAR GLOBAL


PASAR INDONESIA

Perdana Menteri Jepang akan bertemu dengan Presiden Jokowi 15 Januari 2017 untuk membicarakan investasi di Indonesia. Proyek yang akan dibicarakan adalah pelabuhan Patimban (investasi sekitar Rp 40 Triliun), kereta semi cepat Jakarta-Surabaya (investasi sekitar Rp 88-102 Triliun) dan blok Masela.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan bahwa deposit akan tumbuh 7,2% YoY di tahun 2017 vs 6,4% di tahun 2016. Adanya kondisi likuiditas yang ketat, menyebabkan suku bunga LPS tetap di level 6,25% efektif 12 Januari - 15 Mei 2017.


PANDANGAN PASAR

Selama sepekan terakhir, pergerakan pasar uang dan modal cenderung mixed dikarenakan minimnya sentimen baik dari luar maupun dalam negeri. Pasar masih menunggu pelantikan Presiden AS Donald Trump yang akan diselenggarakan pada 20 Januari 2017. Kebijakan-kebijakan ekonomi maupun politik yang akan dipaparkan, akan menjadi katalis pada pasar uang dan modal.

Untuk pasar saham, IHSG ditutup melemah 1,38% WoW ke level 5.273. Pelemahan IHSG juga dipicu oleh penjualan bersih asing yang mencapai USD 59,7 Juta (YTD: - USD 86,8 Juta). Hampir semua sektor mengalami penurunan kecuali sektor perkebunan yang yang naik sebesar 2,4% WoW, ditopang oleh penguatan harga Crude Palm Oil (CPO).

Untuk pasar obligasi, yield benchmark Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun (FR0059) bergerak turun ke level 7,44%. Untuk INDON 10 tahun (INDON 26), yield bergerak flat ke level 3,99% sedangkan yield US Treasury 10 tahun cenderung turun di level 2,40% (dibandingkan dengan posisi per 6 Januari 2017 yaitu 3,92% dan 2,42%). Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun naik ke level 153bps. Rupiah ditutup pada level 13.338/USD, menguat 0,26% dibandingkan dengan minggu lalu.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per 12 Januari 2017 tercatat sebesar Rp  671,1 Triliun atau sebesar 37,6% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per 30 Desember 2016 yaitu sebesar Rp 668,6 Triliun (37,5% dari total outstanding-nya).

Kami melihat pasar masih wait-and-see selama sepekan ke depan menunggu pelantikan Donald Trump dan mencerna kebijakannya ke depan.

DISCLAIMER:
Semua informasi, disajikan sebagai informasi dan tidak diartikan sebagai tawaran atau ajakan untuk menjual, membeli atau memesan efek dan/atau instrumen keuangan lainnya. Nasabah diharap melakukan penilaian sendiri secara independen atas infor masi yang terdapat dalam materi riset ini, dengan mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi dan kebutuhan keuangan masing-masing. Nasabah harap berkonsultasi dengan profesional dalam hal hukum, bisnis, keuangan dan implikasi lainnya sebelum melakukan transaksi-transaksi sebagaimana termaktub dalam materi riset ini.

 

Copyright © PT Bank Maybank Indonesia Tbk 2015.