Weekly Market Update


PASAR GLOBAL

Amerika

Hasil pertemuan antara Presiden AS Trump dan Presiden Tiongkok Xi memutuskan bahwa akan dilakukan rencana pembicaraan 100 hari untuk membahas perdagangan. Non-farm payroll bulan Maret 2017 hanya tumbuh sebesar 98.000 dari ekspektasi konsensus sebesar 180.000. Sementara itu, momentum pertumbuhan masih terjadi pada upah minimum per jam yang naik 2,7% (annualised).

Hasil rapat FOMC telah dirilis, bahwa kenaikan suku bunga akan lebih cepat kedepannya serta akan menjual obligasi senilai USD 4,5 Triliun (sejalan dengan rencana kenaikan suku bunga) akan berpengaruh pada pasar modal.

Zona Eropa

Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, menekankan bahwa kebijakan pembelian aset akan terus berlangsung setidaknya sampai dengan Desember 2017 (pembelian senilai EUR 60 Miliar per bulannya).

Zona Asia

Neraca perdagangan bulan Maret 2017 akan dirilis pada 13 April 2017. Lembaga pemeringkat Rating and Investment Information, Inc (R&I) memperbaiki outlook kredit rating Indonesia dari stabil menjadi positif. Cadangan devisa bulan Maret 2017: USD 121,8 Miliar (USD 119,9 Miliar).


PANDANGAN PASAR

Seminggu terakhir ini, kinerja IHSG dengan mencatatkan kenaikan sebesar 1,5% WoW (YTD = 6,74%) ke level 5.653 yang didukung oleh arus dana asing sebesar USD 225.4 Juta (YTD = USD 851,5 Juta). Melemahnya kepercayaan investor terhadap Presiden Donald Trump mendorong arus dana ke emerging market (risk on).

Lima sektor mencatatkan return positif, tiga sektor tercatat negatif serta satu sektor tercatat flat. Sektor perdagangan dan industri dasar mencatatkan return paling tinggi yaitu sebesar 3,7% sedangkan sektor properti mencatatkan penurunan sebesar 3%.

Untuk pasar obligasi, yield benchmark SUN 10 tahun naik ke level 7,10%. Pelemahan terjadi karena faktor geopolitik (pengeboman AS terhadap Syria)  yang menyebabkan investor beralih ke safe haven. Setali tiga uang, yield INDON 10 tahun (INDON 27) juga bergerak naik ke level 3,92% dan yield US Treasury 10 tahun flat ke level 2,38% (dibandingkan dengan posisi per 24 Maret 2017 yaitu 3,88% dan 2,39%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun naik ke level 131bps. Rupiah ditutup pada level Rp13.321,-/USD, flat dibandingkan dengan minggu lalu.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per 5 Mei 2017 tercatat sebesar Rp 727,9 Triliun atau sebesar 38,6% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per 31 Maret 2017 yaitu sebesar IDR 723,2 Triliun (38,2% dari total outstanding-nya).

Secara fundamental, pertimbangan berinvestasi pada pasar saham di Indonesia masih cukup solid dengan mempertimbangkan pertumbuhan PDB yang masih dianggap baik di atas 5% dan kondisi makro masih dianggap stabil. Kami tetap mempertahankan batas bawah target indeks sebesar 5.750 namun melihat peluang untuk mencapai 6.000 (15,3x forward P/E 2018) masih cukup realistis.

DISCLAIMER:
Semua informasi, disajikan sebagai informasi dan tidak diartikan sebagai tawaran atau ajakan untuk menjual, membeli atau memesan efek dan/atau instrumen keuangan lainnya. Nasabah diharap melakukan penilaian sendiri secara independen atas informasi yang terdapat dalam materi riset ini, dengan mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi dan kebutuhan keuangan masing-masing. Nasabah harap berkonsultasi dengan profesional dalam hal hukum, bisnis, keuangan dan implikasi lainnya sebelum melakukan transaksi-transaksi sebagaimana termaktub dalam materi riset ini.

 

Copyright © PT Bank Maybank Indonesia Tbk 2015.