Weekly Market Update


PASAR GLOBAL

Amerika

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steve Mnuchin, akan memberikan pandangan terkait outlook ekonomi AS kepada Senat. Ia yakin bahwa bila reformasi pajak bisa terealisasi maka ekonomi AS dapat tumbuh sebesar 3%. Data ekonomi kuartal I AS (revisi) akan dirilis pada 26 Mei 2017 dan diprediksi akan tumbuh 0,9% YoY (vs 0,2% YoY versi sebelumnya).

Zona Asia

Bank Sentral Eropa menyatakan bahwa penghentian program quantitative easing serta kenaikan suku bunga dapat dihentikan dalam waktu dekat bila inflasi telah membaik. Inflasi di zona Euro tumbuh di bulan April 2017 1,9% YoY sesuai dengan target Bank Sentral Eropa. Lembaga Pemeringkat S&P menaikkan peringkat Indonesia ke level investment grade (BBB- dengan outlook stabil).

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga 7-Days Reverse Repo Rate berada sebesar 4,75%. BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 4% dan 5,5%. Suku bunga yang tetap tidak terlepas dari kondisi global yaitu adanya kenaikan suku bunga di AS  bulan Juni 2017 dan September 2017 (prediksi BI).

Selama 4 bulan berturut-turut, neraca perdagangan tercatat surplus. Di bulan April 2017, surplus tercatat USD 1,24 Miliar, ekspor mencapai USD 13,2 Miliar dan impor USD 11,9 Miliar.


PANDANGAN PASAR

Lembaga Pemeringkat S&P akhirnya menaikkan peringkat utang Indonesia ke BBB- atau level Investasi. Pasar bereaksi positif dengan kenaikan ini dan terefleksi dengan kenaikan IHSG sebesar 2,1%, kenaikan Bond Index (BINDO) sebesar 0,7%, dan mata uang Rupiah cenderung flat.

Di saat yang bersamaan, asing juga melakukan profit taking untuk pasar saham. Seminggu terakhir, asing melakukan penjualan bersih sebesar USD 16,1 Juta.
Untuk pasar obligasi, yield SUN 10 tahun turun ke level 7,01% dan INDON 10 tahun turun ke level 3,74%. Premi risiko Indonesia yang terefleksikan dalam Credit Default Swap (CDS) 5 tahun turun ke level 122bps. Rupiah ditutup melemah pada level Rp13.325,-/USD (-0,04% dibandingkan dengan minggu lalu).

Kepemilikan asing pada pasar SUN per 18 Mei 2017 tercatat sebesar Rp 742,65 Triliun atau sebesar 38,73% dari total outstanding, meningkat dibandingkan posisi per 5 Mei 2017 yaitu sebesar Rp 737,33 Triliun (38,47% dari total outstanding).

Kenaikan peringkat oleh S&P mengafirmasi fundamental Indonesia yang kuat sehingga memberikan kepercayaan kepada investor bahwa Indonesia adalah negara yang layak investasi. Kami melihat implikasi dari rating upgrade ini cenderung struktural dan dalam jangka menengah, diharapkan suku bunga dapat turun, didukung oleh menurunnya risk premium Indonesia. Oleh sebab itu, kami melihat upper range target indeks 6.000 di akhir tahun juga sangat terbuka.

DISCLAIMER:
Semua informasi, disajikan sebagai informasi dan tidak diartikan sebagai tawaran atau ajakan untuk menjual, membeli atau memesan efek dan/atau instrumen keuangan lainnya. Nasabah diharap melakukan penilaian sendiri secara independen atas informasi yang terdapat dalam materi riset ini, dengan mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi dan kebutuhan keuangan masing-masing. Nasabah harap berkonsultasi dengan profesional dalam hal hukum, bisnis, keuangan dan implikasi lainnya sebelum melakukan transaksi-transaksi sebagaimana termaktub dalam materi riset ini.

 

Copyright © PT Bank Maybank Indonesia Tbk 2015.