Home / Highlights / Market Update


04 April 2018

PASAR GLOBAL

  • Zona Amerika

    • Ekonomi tumbuh sebesar 2,9% di Semester 4 2017 YoY, sedangkan pada tahun 2017 ekonomi tumbuh sebesar 2,3% YoY versus 1,5% YoY di tahun 2016. Untuk tahun 2018, analis memprediksi bahwa ekonomi dapat tumbuh sebesar 3% YoY didukung oleh program reformasi pajak dan belanja pemerintah.
    • Data ketenagakerjaan seperti tingkat pengangguran dan non farm payroll bulan Maret 2018 akan dirilis pada 6 April 2018.
  • Zona Asia

    Tiongkok

    Isu perang dagang antara Tiongkok dengan Amerika Serikat relatif mereda setelah dikabarkan Tiongkok dan Amerika Serikat telah melakukan negosiasi terkait rencana kenaikan tarif impor. Pihak AS meminta agar Tiongkok mengurangi tarif impor atas mobil AS, pembelian lebih banyak semi-konduktor, akses lebih besar ke sektor keuangan Tiongkok.

  • Indonesia

    • Data inflasi bulan Maret 2018 akan dirilis pada 2 April 2018 yang diprediksi meningkat secara bulanan sebesar 0,05% versus 0,17% MoM bulan Februari 2018.



    • Cadangan devisa bulan Maret 2018 akan dirilis pada 6 April 2018, pasar memprediksi bahwa cadangan devisa mengalami penurunan sebagai bentuk intervensi Bank Indonesia karena adanya pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.
    • DPR telah menyetujui Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia menggantikan Agus Martowardojo yang akan mengakhiri masa tugasnya. Arah kebijakan Perry Warjiyo adalah menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
    • Insentif pajak akan dirilis dalam waktu dekat sehingga investasi di Indonesia akan meningkat. Beberapa insentif pajak di antaranya adalah tax allowance sehingga pendapatan yang dikenakan PPh menjadi lebih kecil, tax holiday akan diberikan kepada industri hulu dengan investasi minimal Rp 500 Miliar, tax holiday dapat berlaku hingga 20 tahun bila melakukan investasi di atas Rp 30 Triliun.

Sepekan lalu IHSG kembali ditutup melemah 0,35% di level 6.189 karena pasar masih terbawa sentimen negatif perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Asing mencatat penjualan bersih sebesar USD178,14 Juta selama sepekan (outflow YTD: USD1,71 Miliar). Pada minggu lalu, terdapat lima sektor yang mengalami penguatan dimana sektor perkebunan mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 3,5% WoW. Empat sektor lainnya mengalami penurunan dimana sektor keuangan mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,4% WoW. Pada minggu lalu IHSG diperdagangkan di 14,2x P/E 2019.

Pada 29 Maret 2018, yield benchmark SUN 5 tahun (FR0063), 10 tahun (FR0064), SUN 15 tahun (FR0065) dan 20 tahun (FR0075) ditutup turun ke level 5,89%, 6,64%, 6,85% dan 7,28%. Untuk INDON 10 tahun (INDON 28), yield bergerak turun ke level 4,03% dan yield US Treasury 10 tahun turun ke 2,74% (dibandingkan dengan posisi per 23 Maret 2018 yaitu 4,13% dan 2,81%). Premi resiko Indonesia yang terefleksikan dalam CDS 5 tahun turun ke level 103bps. Rupiah ditutup menguat 0,1% WoW pada level 13.766.

Kepemilikan asing pada pasar SUN per 28 Maret 2018 tercatat sebesar Rp 847,82 Triliun atau sebesar 39,18% dari total outstanding-nya, meningkat dibandingkan posisi per 23 Maret 2018 yaitu sebesar Rp 843,55 Triliun (38,98% dari total outstanding-nya).

Investor masih menunggu kepastian negosiasi antara pihak Tiongkok dengan Amerika Serikat sehingga diharapkan perang dagang hanya sekedar wacana. Sentimen domestik relatif dapat mendukung pergerakan pasar modal Indonesia selama sepekan ini yaitu berupa rilisnya inflasi bulan Maret yang diprediksi terkendali serta insentif pajak terbaru yang akan diumumkan oleh Kementerian Keuangan sehingga dapat berdampak positif terhadap nilai investasi di Indonesia. Kami tetap menyarankan kepada investor untuk melakukan pembelian ketika terjadi koreksi (dollar cost averaging) karena membaiknya perekonomian Indonesia di tahun 2018.

Tetaplah berinvestasi!

Market Data

JCI

Indonesia IDR
10yr (%)

Indonesia USD
10yr (10%)

US Treasury
10yr (%)

USD/IDR

6.189

6,64

4,03

2,74

13.766


Economic Data

Indonesia CPI
(%YoY)

Indonesia CPI
(%MoM)

7-Day Reverse Repo
(%)

3,18

0,17

4,25

*Data per akhir minggu.


DISCLAIMER:
Semua informasi, disajikan sebagai informasi dan tidak diartikan sebagai tawaran atau ajakan untuk menjual, membeli atau memesan efek dan/atau instrumen keuangan lainnya. Nasabah diharap melakukan penilaian sendiri secara independen atas infor masi yang terdapat dalam materi riset ini, dengan mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi dan kebutuhan keuangan masing-masing. Nasabah harap berkonsultasi dengan profesional dalam hal hukum, bisnis, keuangan dan implikasi lainnya sebelum melakukan transaksi-transaksi sebagaimana termaktub dalam materi riset ini.