Skip Ribbon Commands
Skip to main content

Berita
 
 
Laba Sebelum Pajak FY18 Maybank Naik 8% Capai RM10,9 miliar dengan Pendapatan yang Kuat pada Kuartal 4
Dividen final yang diusulkan sebesar 32 sen per saham
 
 
 
Ikhtisar FY18
  • Laba sebelum pajak naik 8,0% mencapai RM 10,9 miliar secara tahunan
  • Laba bersih melampaui RM8 miliar untuk pertama kali, menyentuh RM8,11 miliar atau naik 7,9% secara tahunan
  • Laba bersih kuartal 4 FY18 sebesar RM2,33 miliar, naik 9,1% dibanding tahun lalu
  • Pendapatan operasional bersih 2018 sebesar RM23,63 miliar, didukung dengan kenaikan sebesar 3,1% pada fund based income
  • PPOP 2018 tertinggi mencapai level yang baru sebesar RM12,42 miliar
  • Net impairment losses turun sebesar 20,5%
  • Posisi modal yang sehat:  Total rasio modal pada 18,51%; rasio CET1 sebesar 14,51%
  • Deviden single-tier final sebesar 32 sen per saham; deviden setahun menghasilkan 6,0%
  • Laba per saham (basic) sebesar 74,2 sen dari 72,0 sen tahun lalu
  • Return on Equity Group sebesar 11.4% melampaui target 11% setahun
 
 
 
Kuala Lumpur – Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, hari ini mengumumkan telah mencatatkan pencapaian tertinggi laba sebelum pajak (PBT) sebesar RM10,9 miliar untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2018 (FY2018), naik 8,0% dibanding tahun lalu terutama didukung oleh pertumbuhan kredit yang tinggi, biaya overhead cost serta provisi yang menurun.
 
Laba bersih juga  menembus pencapaian tertinggi baru - melampaui RM8 miliar untuk pertama kalinya mencapai RM8,11 miliar atau naik 7,9% secara tahunan.
 
Untuk kuartal keempat 2018 (4QFY18), PBT naik 5,8% mencapai  RM3,1 miliar dari RM2,93 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih tumbuh 9,1%  mencapai RM2.33 miliar dibandingkan RM2,13 miliar pada kuarta keempat 2017.  Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (3QFY2018), PBT dan laba bersih 4QFY2108 juga naik signifikan masing-masing sebesar 17,3% dan 18,9%.
 
Chairman Maybank, Datuk Mohaiyani Shamsudin mengatakan pencapaian kinerja mencerminkan kekuatan dan daya tahan Group, yang telah menghadapi tahun yang penuh tantangan pada 2018.
 
 “Strategi kami untuk tumbuh secara bertanggung jawab,dengan mengelola biaya dan pricing secara disiplin adalah faktor-faktor utama yang memungkinkan kami untuk tetap berada pada jalur pertumbuhan yang stabil di tengah pasar global dengan volatilitas yang tinggi.
 
Datuk Mohaiyani menambahkan Direksi memberi penghargaan kepada para pemegang saham dengan usulan deviden single-tier final sebesar 32 sen per saham. Dalam Dividend Reinvestment Plan, deviden yang diusulkan akan terdiri dari 15 sen dibayar tunai dan 17 sen yang  dapat diinvestasikan kembali ke saham biasa baru atau dibayarkan tunai.
 
Ditambah  25 sen deviden interim yang diumumkan sebelumnya, total pembayaran deviden setahun penuh menjadi sebesar 57 sen per saham mencapai RM6,3 miliar atau 77,3% dari laba bersih.  Total pembayaran deviden juga menerjemahkan kenaikan yields deviden sebesar 6,0% (dibanding 5,6% pada 2017),dan menempatkan Maybank sebagai salah satu bank yang memberikan yields deviden tertinggi di regional.
 
Sementara itu, Presiden & CEO Maybank Group, Datuk Abdul Farid Alias mengatakan bahwa Group juga memetik manfaat dari jaringan dan fundamental yang kuat di regional, yang memberikan kapasitas untuk  melalui tahun yang penuh tantangan.
 
"Kami tetap berhati-hati dengan iklim operasional global yang terjadi dengan masalah  geopolitik serta volatilitas pada harga komoditas yang berlanjut, meskipun kami mengharapkan stabilitas yang lebih besar pada pasar domestik  yang muncul dari langkah-langkah yang diambil untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan,” katanya.  “Kami percaya kami dapat meningkatkan peluang bisnis di ASEAN di mana ekonomi akan memperlihatkan pertumbuhan yang meningkat, sementara pada saat yang sama, manfaat dari fokus kami pada digitalisasi yang akan mendukung kami dalam mencapai efisiensi yang lebih baik dan ajang baru bagi pengalaman nasabah.”
 
Rekor Pendapatan Operasional Bersih
Untuk tahun 2018, Group mencatat pencapaian tertinggi pendapatan operasional bersih yang tumbuh 1,7% menjadi RM23,63 miliar, didukung dengan peningkatan fund based income sebesar 3,1%.  Peningkatan fund based income merupakan hasil peningkatan kontribusi dari seluruh sektor bisnis dan pasar market utama.  Ini lebih dari menutupi penurunan marginal sebesar 1,8% dari fee based income yang terutama disebabkan melemahnya pasar modal.
 
Pertumbuhan Kredit & Simpanan yang Kuat
Kredit gross Group tumbuh sebesar 4,8% pada FY18, dibanding 1,7% sebelumnya – dengan pertumbuhan yang sehat di seluruh pasar.  Operasional Group di Malaysia mencatat perumbuhan sebesar 4,8%, Singapura 4,5%, Indonesia 7,0% sementara pasar internasional lain mencatat kenaikan 10,9%.
 
Simpanan tumbuh sebesar 5,6% dibandingkan 1,8% tahun lalu, dengan penekanan tetap pada simpanan CASA yang berbiaya rendah sebagai bagian dari strategi keseluruhan untuk memastikan manajemen aset dan kewajiban yang efisien.  Ini membantu Group dalam mengelola tekanan pada marjin bunga bersih (NIM) dengan NIM FY18 sedikit turun menjadi  sebesar 2,33% dari 2,36% pada FY17.  Untuk 4QFY18, NIM naik signifikan menjadi sebesar 2,38% dibanding 2,30% pada 3QFY18.
 
Impairments yang Lebih Rendah
Group memetik manfaat dari impairments yang lebih rendah pada kredit dan portofolio investasi dengan net impairment losses untuk tahun  berjalan 20,5% lebih rendah dari tahun lalu, mengangkat laba operasional sebesar 9,3% menjadi RM10,8 miliar tahun ini.  Tren yang sama terlihat pada 4QFY18 dengan net impairment losses 58,1% lebih rendah dari 3QFY18.
 
 
Likuiditas dan Rasio Modal yang Lebih Sehat
Maybank terus menjaga posisi likuditas yang sehat dengan Rasio Liquidity Coverage sebesar 132,4% dan LDR sebesar 92,7%.  Total rasio modal sebesar 18,51% sementara rasio CET1 fully loaded berada pada 14,51%, keduanya di atas syarat regulator sebesar masing-masing 8,0% dan 4,5%.
 
PT Bank Maybank Indonesia Tbk - mencatatkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI–profit after tax & minority interest) untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2018 melonjak 21,6% mencapai rekor baru tertinggi sebesar Rp2,2 triliun, didukung Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang lebih tinggi dan perbaikan kualitas aset.  Laba Sebelum Pajak (PBT) meningkat 20,5% mencapai Rp3,0 triliun, pencapaian tertinggi Bank selama ini.  PBT normalised tumbuh 34,3% secara tahunan setelah eliminasi  pendapatan one-off terutama dari penjualan surat berharga pada 2017.  Kualitas aset yang lebih baik, pertumbuhan yang solid di bisnis Syariah disertai peningkatan kinerja pada anak perusahaan, dan pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan juga memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja Bank.
 
****************
 

Internet Banking

Consumer Internet Banking

 

Corporate Online Services