16 Juli 2026
Perkembangan layanan perbankan digital telah menghadirkan kemudahan dalam berbagai aktivitas keuangan. Mulai dari transfer dana, pembayaran tagihan, investasi, hingga pengelolaan rekening kini dapat dilakukan hanya melalui smartphone. Kemudahan ini membuat transaksi menjadi lebih cepat, praktis dan efisien.
Dibalik berbagai kemudahan tersebut, ancaman kejahatan siber juga terus berkembang. Pelaku penipuan semakin kreatif dalam mencari celah untuk mendapatkan informasi pribadi dan perbankan untuk mengakses rekening milik korban. Berbagai modus baru bermunculan, mulai dari phishing, social engineering, penyalahgunaan data pribadi, hingga pengambilalihan akun perbankan digital
Tidak sedikit kasus penipuan yang sebenarnya diawali oleh tanda-tanda sederhana yang sering kali diabaikan. Notifikasi transaksi yang tidak dikenali, permintaan data rahasia melalui telepon, SMS, email atau WhatsApp, hingga aktivitas login yang tidak biasa dapat menjadi indikasi adanya upaya penyalahgunaan rekening.
Memahami ciri-ciri transaksi bank yang mencurigakan menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan finansial. Dengan mengenali tanda-tandanya lebih awal, Nasabah dapat segera mengambil tindakan pencegahan sebelum kerugian yang lebih besar terjadi.
Transaksi Bank yang mencurigakan adalah aktivitas keuangan yang tidak sesuai dengan kebiasaan Nasabah atau menunjukkan indikasi adanya akses tidak sah terhadap rekening maupun layanan perbankan. Aktivitas ini dapat berupa transaksi finansial maupun non-finansial yang berpotensi mengancam keamanan data dan dana Nasabah.
Semakin cepat aktivitas mencurigakan terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerugian yang mungkin terjadi.
Salah satu tanda yang paling jelas adalah munculnya transaksi yang tidak pernah Anda lakukan. Misalnya:
Apabila menemukan aktivitas seperti ini, segera lakukan pengecekan mutasi rekening dan laporkan kepada pihak bank melalui kanal resmi Bank.
Layanan perbankan digital umumnya memiliki sistem keamanan yang dapat mendeteksi login dari perangkat baru. Jika Anda menerima notifikasi login padahal tidak sedang mengakses aplikasi atau website perbankan, hal tersebut perlu diwaspadai.
Kondisi ini bisa menjadi indikasi bahwa terdapat pihak lain yang mencoba mengakses akun Anda dengan menggunakan data pribadi Anda yang berhasil mereka peroleh.
Bank tidak pernah meminta informasi rahasia seperti:
Jika terdapat pihak yang mengaku sebagai petugas bank dan meminta data tersebut melalui telepon, SMS, email, atau aplikasi pesan instan, hal tersebut merupakan upaya penipuan.
Menjaga kerahasiaan data perbankan merupakan salah satu langkah utama untuk melindungi rekening dari penyalahgunaan.
Perhatikan jika terdapat perubahan pada:
Perubahan data yang tidak dilakukan sendiri adalah indikasi bahwa akun telah diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
Saat menggunakan layanan digital banking, Anda mungkin menerima notifikasi persetujuan transaksi pada mobile banking Anda.
Jika muncul permintaan otorisasi transaksi yang tidak pernah Anda lakukan, jangan pernah menyetujuinya. Penolakan terhadap transaksi yang tidak dikenal dapat membantu mencegah dana berpindah ke pihak yang tidak bertanggung jawab.
Penting untuk rutin memeriksa saldo dan riwayat transaksi agar setiap aktivitas yang tidak wajar dapat segera diketahui.
Modus phishing masih menjadi salah satu metode penipuan yang sering digunakan. Pelaku biasanya mengirimkan tautan yang menyerupai website resmi bank dan meminta Nasabah untuk memasukkan data pribadi sebagai syarat untuk login
Sebelum memasukkan informasi apa pun, pastikan alamat website benar-benar berasal dari kanal resmi bank. Hindari mengakses layanan perbankan melalui tautan yang dikirimkan oleh pihak yang tidak dikenal.
Jika menemukan salah satu tanda di atas, segera lakukan beberapa langkah berikut:
Password merupakan lapisan keamanan utama yang melindungi akun dari akses tidak sah. Jika terdapat indikasi akun telah diketahui pihak lain, segera lakukan penggantian password.
Melalui layanan M2U ID App/Web, Nasabah dapat melakukan perubahan password secara mandiri sehingga keamanan akun dapat segera ditingkatkan tanpa harus datang ke kantor cabang.
Gunakan kombinasi password yang kuat dengan memadukan huruf besar, huruf kecil, dan angka serta karakter khusus.
Selain password, passcode Secure2u. juga berperan penting dalam proses otorisasi transaksi digital.
Jika terdapat indikasi penyalahgunaan akun atau Anda merasa data keamanan mungkin telah diketahui pihak lain, segera lakukan perubahan passcode Secure2u melalui M2U ID App untuk menjaga keamanan transaksi.
Laporkan setiap aktivitas dan/atau transaksi yang tidak dikenal kepada Maybank Customer Care melalui kanal resmi Bank agar dapat dilakukan pengecekan dan langkah pengamanan lebih lanjut. Maybank Customer Care di 1500611 atau +622178869811 (dari luar negeri) atau email ke customercare@maybank.co.id
Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang untuk meminimalkan risiko kerugian.
Selain mengenali transaksi mencurigakan, Nasabah juga perlu menerapkan kebiasaan keamanan digital yang baik, antara lain:
Meningkatnya aktivitas digital membuat kesadaran terhadap keamanan perbankan menjadi semakin penting. Berbagai modus penipuan dapat terjadi kapan saja dan sering kali diawali oleh tanda-tanda yang terlihat sederhana.
Dengan mengenali ciri-ciri transaksi bank yang mencurigakan, memeriksa aktivitas rekening secara rutin, serta menjaga kerahasiaan data perbankan, risiko penyalahgunaan rekening dapat diminimalkan.
Maybank juga menyediakan berbagai fitur keamanan melalui M2U ID App/Web, termasuk fasilitas untuk mengubah password dan passcode Secure2u secara mandiri. Langkah sederhana ini dapat menjadi perlindungan tambahan untuk menjaga keamanan transaksi dan kenyamanan dalam beraktivitas finansial di era digital.